<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334</id><updated>2011-11-20T03:42:17.628+08:00</updated><category term='NOKOL'/><title type='text'>Xiong Mao's Projects</title><subtitle type='html'>Just Writing my mind off things...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-7037233541022471495</id><published>2007-05-16T09:52:00.000+08:00</published><updated>2007-08-03T09:55:36.231+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 31</title><content type='html'>Pesawat yang akan kutumpangi adalah pesawat Garuda penerbangan jam 7 pagi. Aku pamit dengan mata yang sembab pada Arifah yang membukakan pintu untukku  jam 5 subuh tadi. Aku naik taxi menuju Bandara Internasional Hassanundin Makassar. Semalaman aku tidak bisa tidur, takut bangun kesiangan. Aku sudah sms Cinta, mengucapkan ulang tahun tapi tidak balasan. Aku juga mengirimkan sms berpamitan untuk berangkat ke Jakarta pada Cinta saat di dalam taxi, dan inipun tidak balas. Aku menghela nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejalanan rumahku ke bandara di tempuh selama 40 menit. Bandara sudah ramai dengan orang yang hilir mudik, baik itu penumpang ataupun pengantar. Mungkin  karena memang flight pagi lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari taxi aku menyandang backpack-ku yang berisi laptop dan satu travel bag berisi pakaian dan oleh-oleh. Rencananya travel bag yang cukup besar itu akan aku masukan ke bagasi, sedang tas backpack, akan aku bawa serta di kabin pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung menuju antrian di depan Counter Cek-In Garuda. Sudah ada beberapa orang yang mengantri. Tampaknya counternya belum buka. Para petugas sudah ada di tempat sedang  melakukan persiapan. Selagi berdiri di antrian, aku melihat para penumpang Lion Air mengantri dan counter Cek-In-nya juga sudah dibuka, mungkin penerbangan Lion Air jadwalnya lebih pagi, pikirku. Ada serombongan ibu-ibu, mungkin ada acara di Jakarta atau bagaimana, kulihat barang bawaan mereka yang lumayan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa menit, counterku sudah buka aku berada di antrian kelima. Perlahan antrian di depanku bergerak maju. Ketika tiba giliranku, petugas yang cantik itu tersenyum bertanya “Ada bagasi Bu?”.  “Oh ada satu Mba” kujawab cepat. Kemudian aku menaikan tasku ke tempat yang sudah disediakan. “Mba, window seat ya” pintaku.  Petugas pun mengangguk dan melakukan tugasnya. “Ini Bu, silahkan tunggu di gate nomor 3” Dia mempersilahkan. Aku tersenyum padanya seraya mengucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jalan menjauh dari counter sambil sekilas membaca tiketku.  Langkahku terhenti ketika hampir bertubrukan dengan seseorang. Kuangkat kepalaku, dan aku hampir tidak percaya dengan pandanganku.  Cinta berdiri di depanku, menatapku dengan senyum. Aku sangat terkejut. “Kamu... ngapain… di sini Cinta?” Aku bertanya penuh keheranan. Dia menggapai tanganku setegah menyeretku ke antrian. Tangannya masih mengenggam tanganku.“Aku ikut kamu” jawabnya ringan. “Apa?!?” aku masih terkejut. Ada beberapa penumpang pesawat yang sama menatap kami penuh keheranan. Cinta hanya tersenyum dan malah menyandarkan kepalanya ke bahuku. Dia membawa tas backpack pink, rambutnya terurai agak berantakan matanya juga sembab seperti baru bangun tidur. Aku masih menatapnya heran. “Hey.. kamu mau kemana?” tanyaku memastikan. Antrian maju satu persatu, sampai gilirannya, dia pun belum angkat bicara. Aku seperti orang yang bodoh, termanggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai urusan chek-in, Cinta menarikku ke luar ruang Cek-In melintasi pintu menuju ke luar gedung bandara. Cinta menujuk kepada seseorang dekat pintu masuk. Seorang lelaki berkumis tipis, rambut kelimis dan berkulit putih bersih. Dia menggunakan jeans dan kaos putih. Cinta menggandeng tanganku hingga berdiri berhadapan dengan lelaki itu.&lt;br /&gt;“Hai, aku And...” lelaki itu menyodorkan tangannya.  Aku seperti orang yang baru lihat setan, amat sangat terkejut. Belum selesai keterkejutanku saat melihat Cinta di bandara, sekarang aku behadapan dengan Andi. Perlahan aku melepaskan genggamanku dari tangan Cinta menerima huluran tangganya, berjabat tangan dengan Andi. Aku tidak sanggup berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku hanya ingin menitipkan Cinta, Dewi. Aku sudah tau semua ceritanya dan aku bisa mengerti. Aku sudah lama menjadi sahabat, kakak dan sekaligus kekasih Cinta selama 10 tahun... “ Andi berkata dengan tenang dan penuh wibawa. “...aku sudah lama mengira dia ... mm... apa istilah kalian itu... les...mmh...lesbian?” Katanya sambil melirik Cinta. Cinta mengangguk dan wajahnya bersemu malu. Aku masih berdiri, terpana, dan tenggorokanku tiba-tiba terasa sangat kering. Aku hanya bisa bergantian menatap Andi dan Cinta, setengah tidak percaya. “...Semalam dia akhirnya mengaku dan aku support dia. Sudah jiwanya, dia bahagia dengan pilihannya, itu yang terpenting” Andi meneruskan. “Cinta sudah cerita tentang kamu, dan aku punya feeling kamu pasti orang yang bisa menjaga dia dengan baik” Andi melempar senyum. Seluruh tubuhku dan pikiranku seperti beku, susah payah aku meyakinkan diri sendiri kalau ini bukan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak sadar, ketika terdengar suara panggilan petuga dari pengeras suara.“Kepada penumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-602 tujuan Jakarta harap memasuki ruang tunggu” . Cinta dan Andi juga tersentak mendengar penguman itu.&lt;br /&gt;“Wah, itu penerbangan kalian ya?” tanya Andi.  “Ya sudah, cepat, nanti kalian terlambat naik pesawat”  Andi melangkah mendekati Cinta lalu memeluknya penuh rasa kasih. Aku bisa melihat Andi tulus menyayangi Cinta. Cinta mencium tangan Andi dengan penuh hormat. “Baik-baik ya Cin, jaga diri, soal Ayah biat aku yang urus” Andi mengedipkan mata pada Cinta. Cinta tersenyum dan tampak begitu bahagia.&lt;br /&gt;“Ayo Say...” Cinta menggapai lenganku dan mengajakku masuk kembali ke ruang Cek-In. Andi sekali lagi menyodorkan tangannya.  Aku menyambutnya dan bersalaman sepenuh hati.&lt;br /&gt;Ketika aku mulai melangkah, aku tersadar. Aku berhenti sejenak, mengisyaratkan Cinta untuk berdiri dulu. Aku berbalik melangkah menuju Andi yang masih berdiri menatap kami.&lt;br /&gt;“Mas..., a... aku akan menjaga Cinta sepenuh hatiku. Aku akan membahagiakan dirinya. Aku sayang padanya. Terimakasih, Mas...“ kataku terbata-bata. Kejadian ini benar-benar hampir melumpuhkan aku bahkan membuat aku tak bisa bicara.&lt;br /&gt;Andi tersenyum dan mengangguk. Melihat ketulusannya refleks aku mendekat dan merangkulnya. Dia tampak sedikit kaget dan heran, dan membalas layaknya pelukan dua bersaudara. Cinta menatap aku dan andi penuh haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkah mendekati Cinta, sekali lagi berbalik mengangkat tangan memberi lambaian perpisahan pada Andi. Cinta juga melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan bergandengan dengan Cinta, penuh suka cita dan rasa bahagia. Sesekali Cinta menyenderkan kepalanya di lenganku. Kulirik lehernya yang kini di hiasi seuntai kalung kupu-kupu perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memejamkan mata sejenak seraya menarik nafas lega, hatiku berbisik “Ya Allah, aku bersyukur dengan  kebahagian ini. Terimakasih Engkau berikan kesempatan buatku mencintai seseorang, ijinkan aku berusaha melakukan yang terbaik dan tolong maafkan aku ya Allah akan hal-hal yang tak mampu aku lakukan dengan sebagaimana mestinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melirik Cinta. Sepertinya dia sedang ikut berdoa bersamaku. “Selamat Ulang Tahun Baby...” aku bisikan padanya, dia menatapku, tersenyum dan mengenggamku lebih erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Edited By Bening]&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-7037233541022471495?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/7037233541022471495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=7037233541022471495' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/7037233541022471495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/7037233541022471495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-31.html' title='Day 31'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-8781523391046947372</id><published>2007-05-15T09:50:00.000+08:00</published><updated>2007-08-03T09:50:59.738+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 30</title><content type='html'>Sore itu aku pulang tepat waktu. Jam 5 teng. Aku pamitan sama Bos dan Waty, karena besok pagi harus sudah jalan ke Jakarta. Sementara untuk Arifah dan Setya, aku masih ketemu mereka di rumah nanti malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menaiki becak aku pulang ke rumah. Singgah sebentar di rumah makan Dinar untuk mengambil pesananku. Aku sudah memesan satu ikan kakap bakar dan cah kangkung untuk makan malam nanti bersama Cinta.  Sekalian juga memesan sebotol coca cola ukuran 1 liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah setelah berganti pakaian, aku beranjak ke ruang makan untuk menyiapkan semuanya di atas meja makan. Menata piring, gelas dan sendok serta menghidangkan nasi, sayur dan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ting Tong... Ting Tong” bel depan berbunyi. Itu pasti Cinta. Pas banget waktunya saat aku sudah selesai membereskan semuanya. Aku berjalan ke pintu depan, menarik nafas dan membuka pintu. Hari ini aku akan memberitahukan keputusanku padanya.&lt;br /&gt;“Sayaaaaaaang... “ Cinta langsung menerobos masuk memelukku. Aku langsung menutup pintu takut-takut ada yang melihat. Arifah dan Setya memang belum pulang dari tadi pagi sudah bilang kalau sepulang kerja mereka mau belanja di ALFA MTC, tempat belanja kami yang lumayan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mengangkat wajahnya dari pelukanku. Saling bertatap penuh rasa rindu. Wajah kami saling mendekat dan menautkan ciuman sepenuh rasa, rasa yang tidak terungkap dengan kata. Aku sangat merindukannya, merindukan setiap momen kebersamaan kami. Aku yakin dia pun merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;Tidak ada kata, hanya desah nafas yang terengah. Kubelai pipinya dan mengusapkan jariku di sudut bibirnya. “Baby, kita makan dulu yu, tuh sudah aku siapkan” kataku sambil memberikan seulas senyuman hangat. Cinta tersenyum malu, lalu memeluk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum makan, aku mengajak Cinta untuk shalat sholat magrib berjamaah terlebih dahulu. Usai shalat,  Aku dan Cinta duduk bersisian menghadap meja makan.  Makanan yang kusiapkan sudah dingin. Tetapi tidak mengurangi nikmatnya makan bersama Cinta apalagi Cinta yang senang sekali menyuapi aku dan sesekali menciumku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap suapan kami iringi dengan obrola ringang dan canda tawa, aku sangat menikmati makan malam itu. Mungkin ini makan malam terakhirku berdua dengan Cinta, pikirku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai makan, Cinta membereskan semua. Lalu kuajak dia ke balkon. Balkon sudah aku bersihkan dan kutata rapi. Kuberi tikar dan  menaruh lilin-lilin hingga suasana menjadi romantis. Di vas bunga aku menaruh bunga mawar merah dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang melihat ekspresi Cinta terkejut melihat tempat yang sudah kurapikan itu. “Aaah, Sayang... katanya ga punya estetika..., ternyata bisa menata balkon romantis begini “ katanya menggoda sambil memuji. Aku memang lemah adalm urusan tata-menata. Lebih sering berantakan dan sulit untuk bisa me-matchingkan sesuatu dengan yang lain agar menjadi indah.&lt;br /&gt;“He he he, ini juga dibantu Setya...” kataku sambil tersipu malu.&lt;br /&gt;Cinta tersenyum. Aku meraih tangannya, mengajak dia untuk duduk di sisiku di atas tikar. Setelah dia duduk aku justru bangkit. “Bentar ya Baby, ada sesuatu yang mau aku berikan padamu” kataku sambil masuk kembali ke kamarku, mengambil kado ulang tahunnya yang kusimpan rapi di dalam laci meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera kembali dan duduk di samping Cinta yang sedang menikmati suasana malam. Aku ikut menengadahkan kepala. Malam yang cerah, bintang-bintang terlihat bertebaran di langit, bulan pun bersinar terang. Cinta mengikuti pandanganku.&lt;br /&gt;“Indah ya Sayang…” tersenyum dia melihatku.&lt;br /&gt;“Iya... seindah binar mata kamu” Aku menoleh pada Cinta. Dia merebahkan kepalanya pada pundakku. Aku memeluknya.&lt;br /&gt;“Ah... Gombal... “ katanya, sambil mencubit lenganku. Aku tertawa kecil.&lt;br /&gt;“Eh iya, ada sesuatu buatmu...” aku lepas pelukanku dan duduk tegap menghadapnya, lalu memngangsurkan sebuah kotak kecil.&lt;br /&gt;“Apa ini?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Ini kado ulang tahunmu untuk besok, jadi bukannya besok aja ya Baby” kataku dengan penuh kebahagiaan. “...pamali kalau sekarang dibukanya “ kataku meneruskan.&lt;br /&gt;Dia tersenyum, mengecup kadonya dan mengecup keningku. Tatapannya melembut dan mendekatkan bibirnya ke atas bibirku. Sebelum larut dalam ciuman panjang, aku menghentikannya lagi.“Baby, ada sesuatu yang mau aku sampaikan...” kataku sambil mengelus tangannya.&lt;br /&gt;”Ada apa sayang?” tanyanya penuh keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap raut wajahnya yang bersinar ditimpahi pantulan cahaya lilin yang berpendar lembut. Kuelus pipinya, lalu kugenggam tangannya dan menatap dalam matanya.&lt;br /&gt;“Baby, aku… aku tidak bisa meneruskan kisah cinta kita ini” susah payah keluar juga kata-kata itu dari kerongkonganku. Mataku mulai berair dan masih menatap matanya. Raut wajah Cinta detik itu juga berubah. Matanya menatapku tajam tubuhnya bergetar, genggaman tangannya mengencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak semuanya hening kami hanya saling tatap, seolah-olah semua sudah jelas dibicarakan, semua sudah mengerti.&lt;br /&gt;Cinta menaruh kepalanya di dadaku mulai terisak. Aku memeluknya erat dan ikut larut dalam isak tangis. Kami saling berpeluk erat, seolah saling mencari kekuatan.&lt;br /&gt;“Baby, aku sangat mencintaimu, makanya aku ikhlas Sayang. Kamu ikhlas juga ya? Demi kebaikan bersama” Kubisikan padanya.&lt;br /&gt;Dia membenamkan kepalanya di pundakku dan menggeleng.&lt;br /&gt;“Tidaaak… ga mauu.. “ suaranya serak dengan tangisnya.&lt;br /&gt;“Baby... besok aku pergi ke Jakarta, aku berharap kita bisa istirahat dulu... kita berhenti dulu saling mengontak supaya pikiran menjadi jernih. Aku yakin Andi orangnya baik, dia pasti bisa menjaga kamu. Kamu tinggal berusaha menc..  “ kalimatku dihentikan dengan tangannya yang menutup bibirku.&lt;br /&gt;“TIDAK...!” dia berkata tegas melepas pelukanku. “AKU HANYA CINTA KAMU, DEWI! KAMU NGGAK NGERTI YA” dia hampir teriak.&lt;br /&gt;Air mataku sudah tumpah sedari tadi. Aku hanya tertunduk melihat dia yang sudah mulai resah dan membuang tatapannya.&lt;br /&gt;“Ini keputusanku, Cinta” aku menyebut namanya. Nafas Cinta terengah-engah karena tangis dan amarahnya.&lt;br /&gt;Beberapa menit, tidak ada yang bicara, tidak ada yang bergerak. Sama-sama berurai air mata dengan kepedihan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getaran Hpnya memecah keheningan itu.&lt;br /&gt;“Itu mungkin Andi, mencari kamu. Sudah pulang aja. Sudah malam, nanti dicariin“ kataku pelan. Aku terus menguatkan hati.&lt;br /&gt;Aku beranjak. Cinta menatapku. Aku tertunduk menghindari matanya. Perlahan Cinta berdiri dari duduknya, membawa serta kadonya, dia tampak sudah lebih tenang. Mengusap sisa-sisa air mata di pipinya.&lt;br /&gt;Dia berdiri berhadapan denganku yang berdiri kaku. Dia mengecup kedua pipiku, daguku, keningku, hidungku dan mengecup bibirku. Memelukku sejenak dan tersenyum samar tanpa berucap sepatah kata pun. Aku sedikit heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bergerak menuju pintu, kutarik tangannya dan kucium bibirnya. Kutatap matanya seraya dalam hati berteriak “AKU MENCINTAI KAMU, CINTA”. Tapi bibirku tak sanggup berucap. Cinta berbalik, menuju pintu dan melangkah pulang. Tak sedikitpun ia menoleh kebelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, aku hanya kembali tenggelam dalam tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Edited By Bening]&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-8781523391046947372?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/8781523391046947372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=8781523391046947372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8781523391046947372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8781523391046947372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-30.html' title='Day 30'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-2197726711531173184</id><published>2007-05-14T09:47:00.000+08:00</published><updated>2007-08-03T09:48:23.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 29</title><content type='html'>Kuhirup kopi yang sudah kubuat sedari tadi pagi. Kopinya sudah dingin, tapi bagiku rasa manis dan pahitnya tetap berasa nikmat di mulutku. Aku kembali menyiapkan laporan untuk keberangkatnku tugas ke Jakarta. Aku sudah melakukan beberapa riset untuk acara tersebut. Tampaknya segala sesuatunya sudah hampir siap. Perasaanku lebih ringan. Sambil mendengarkan lagu di headset tubuhku ikut bergoyang mengikuti irama musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HP yang kutaruh di meja kerjaku bergetar. Sepertinya ada sms yang masuk.&lt;br /&gt;“Sayang sudah jam 12 nich, makan dong yang.. “ kubaca beberapa baris sms dari Cinta. Sejak tadi malam aku dan Cinta sudah mulai saling sms lagi, setelah sempat mengacuhkan smsnya. Walau sekedar menyapa, mengucapkan selamat tidur, mengucapkan selamat pagi dan menayakan sarapan apa yang dimakan pagi itu. Aku masih belum mengatakan tentang kepergianku ke Jakarta. Ya, mungkin sekarang aku harus menyampaikannya. Kupilih menu reply untuk membalas smsnya.&lt;br /&gt;“Iya sebentar lagi Baby, aq lagi nanggung ni nulis laporan. Km mkn dlan aja. Baby, aq lusa hrs berangkat ke jakarta, ada tugas. Aq ingin ketemu km dulu sblm pergi, bisa ga ktmu bsk sore plg ktr dirmhku, bisa ya? Kabur aja dulu he3”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berusaha untuk bercanda dalam setiap smsku, supaya tak tampak terlalu serius. Memberikan alasan untuk senyum untuknya. Andi sedang menginap di rumahnya Cinta dan selama minggu ini selalu mengawal Cinta kemana saja. Jadi, memang Cinta sulit untuk keluar sendirian dan bertemu aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan “Lady I know you’re the one for me” dari HP-ku memanggil. Aku terkejut karena Cinta tiba-tiba meneleponku.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum iya Baby” sapaku.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam... yang, kamu ke Jakarta kok baru bilang sekarang?” Cinta langsung bertanya.&lt;br /&gt;“Maaf Baby, ini juga dadakan kemaren dipanggil Bos” jawabku setengah berbohong. “Oh gitu ya... “ Cinta terdiam.&lt;br /&gt;“Jadi bisa ga kamu dateng besok sore ke rumah? sekitar jam 6? habis magriblah atau bisa magriban di rumahku. Aku kangen, ga usah lama-lama, 2 jam-an lah, gimana? Kamu kangen ga ma aku?” aku memelas.&lt;br /&gt;“Kangen banget...”&lt;br /&gt;“So? bilang aja ma Andi kamu mau ketemu temen SD kamu atau apa kek? jadi dia ga usah ikut” Aku usulkan dengan hati yang kesal karena harus menyebut kata “Andi”.&lt;br /&gt;“Ihh.. Sayang tu ya...” Cinta tau aku menyindirnya.&lt;br /&gt;“Oke sayangku, besok aku kesana deh. Kangen... “ Akhirnya Cinta menyetujuinya. “Nah gitu dong... Cintaku“ aku menggodanya.&lt;br /&gt;“Ah Sayang... ayo makan dulu sana... “&lt;br /&gt;“Iya... baru mau, udah ya... aku mau lanjut ngetik lagi ni” kataku untuk mengakhiri pembicaraan.&lt;br /&gt;“Iya deh.. I love you” Dia mengucapkan penuh makna.&lt;br /&gt;“Love you too Baby” jawabku dengan penuh keraguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Edited by Bening]&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-2197726711531173184?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/2197726711531173184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=2197726711531173184' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2197726711531173184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2197726711531173184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-29.html' title='Day 29'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-3806366684698609013</id><published>2007-05-13T09:35:00.000+08:00</published><updated>2007-08-03T09:38:52.474+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 28</title><content type='html'>Minggu pagi, aku terbangun oleh suara Arifah yang mengajak senam pagi mingguan di Pantai Losari. Aku bergegas bangkit menuju kamar mandi di sudut kamarku, cuci muka dan sikat gigi, mandinya kutunda saja, sekalian nanti setelah senam pagi.  Kembali ke kamar, aku mengambil training suit di lemari lalu buru-buru memakainya, Arifah sudah menungguku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi di Pantai Losari sangat ramai, dari jam 6 pagi hingga siang. Banyak yang lari pagi atau sekedar jalan-jalan menghirup udara pagi yang segar. Bahkan ada yang datang untuk mencari sarapan atau jajanan, karena hari libur begini Pantai Losari juga diramaikan oleh pedagang berbagai macam makanan, bubur ayam, nasi kuning, getuk dan jajanan pasar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senam pagi bersama diadakan  di ujung jalan menuju GTC, mulai dari gapura yang memasuki areal Tanjung. Aku dan Arifah mencari tempat dan mengikuti barisan yang sudah ada. Instruktur senam berdiri di atas panggung kecil tapi cukup jelas kelihatan gerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan demi gerakan instruktur aku coba ikuti dengan semangat. Tetes keringat mulai membasahi, dan semakin mengucur deras saat matahari beranjak naik memancarkan sinar paginya yang membuat udara terasa semakin panas. Sepanjang senam pikiran tentang Cinta tidak bisa aku lepaskan. Aku mencoba untuk menghilangkan bayangannya. Aku mencoba konsentrasi dan memikirkan hal-hal yang lucu, tapi tetap Cinta mendominasi ruang akalku. Seusai senam, aku dan Arifah makan bubur ayam di salah satu penjual bubur ayam yang ada di depan gedung Stella Maris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di rumah aku menghempaskan tubuh ke atas kasur lalu meraih HP, ada tanda sms masuk. Dari Cinta.&lt;br /&gt;“Sayang.. maaf, aku tidak bisa menemanimu senam, masih ada Andi. Dia baru kembali ke Kendari minggu depan.. Love you, Miss you”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menutup mukaku dengan bantal, berusaha menenangkan mata pikiranku dari berbagai hal.  Ah, sampai sekarang aku bahkan belum memberitahu Cinta bahwa 3 hari kedepan aku akan berangkat  ke Jakarta. Aku juga bingung memikirkan bagaimana caranya merayakan ulang tahun Cinta pada hari yang sama dengan keberangkatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat sesuatu. Aku bangun dan mengeluarkan sebuah kotak dari laci meja. Kotak itu berisi liontin yang akan aku hadiahkan pada Cinta. Liontin perak berbentuk kupu-kupu kecil, ada batu-batu mengkilat di setiap sayapnya di bagian depan sedang di belakangnya ada ukiran ILU-D, I love you – Dewi. Mudah-mudahan Cinta menyukainya. Setelah puas kupandangi, kumasukan liontin kupu-kupu itu kembali ke kotaknya. Terpasang manis dengan seuntai kalung perak. Tanpa bisa kucegah mataku berair, mengingat aku sangat menyayangi Cinta.  Ah,  aku harus menyibukan diri, tidak boleh selemah ini, cepat-cepat kumasukkan kotak itu ke laci meja. Lalu bangun dan mengambil handuk untuk mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Edited by Bening]&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-3806366684698609013?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/3806366684698609013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=3806366684698609013' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3806366684698609013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3806366684698609013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-28.html' title='Day 28'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-197057535572187744</id><published>2007-05-12T12:54:00.000+08:00</published><updated>2007-07-20T14:10:52.448+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 27</title><content type='html'>"Haloo sayang..." Suaranya yang renyah dan ceria menyapaku lewat HP "...muaaach..."  dia menambahkan. "Haloo juga sayang,"  sahutku. "lho... tadi pagi kan sudah telepon, kok sekarang telpon lagi". Aku melirik jam tanganku, jam menunjukan pukul10, aku sedang siap-siap untuk berangkat ke Mal Panakukang untuk membeli kado buat Cinta. Hari ini Cinta harus jaga toko seharian penuh, karena ibunya sedang pergi ke undangan perkawinan anak temannya, jadi aku bisa leluasa mencari kado buat Cinta tanpa harus khawatir kepergok Cinta.&lt;br /&gt;"Iiih aku kan kangen..."  katanya dengan suara manja. Terbayang Cinta berkata dengan mukanya yang cemberut.&lt;br /&gt;"Iyaa aku juga kangen Baby... mmuuuaccch."&lt;br /&gt;"Sayaang, kesini dong..." rayunya dengan manja. "Kan ga ada Ibu...temani aku sekarang ya."&lt;br /&gt;"Yaah...sori Beib aku ada keperluan bentar nih, nanti sore kan kita mau ktemuan, mau karoke di Happy Puppy" jawabku sekalian mengelak. Sore nanti, Raysa mengajak aku dan beberapa teman &lt;em&gt;blogger&lt;/em&gt; lainnya termasuk Tenri dan Ruri untuk karokean di Happy Puppy. Aku sekalian mengajak Cinta.&lt;br /&gt;"Oh iya deh, memangnya sekarang Sayang mau kemana sih?" Cinta bertanya, nadanya sedikit keras, sepertinya dia kesal karena aku merahasiakan kemana aku pergi.&lt;br /&gt;"Ada pertemuan dengan Raysa, Tenri dan Ruri, ngobrolin soal blog" kataku sedikit berbohong, karena kalau tidak dia pasti curiga.&lt;br /&gt;"Ya udah deh... hati-hati ya sayannnng... mmmuaaach, I love you"&lt;br /&gt;"I love you too Baby."&lt;br /&gt;Aku berangkat naik pete-pete J yang melintas di jalan Sudirman menuju Mall Panakukang. Aku ingin seuntai kalung beserta liontinnya buat Cinta, kemarin-kemarin aku sudah melirik etalase toko perhiasan, ada beberapa bentuk yang menarik hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Puppy adalah tempat karoke keluarga yang terletak di areal Pettarani di makassar. Happy Puppy yang di sini merupakansatu cabang dari Jakarta dan Surabaya. Aku menyukai tempat ini karena tempatnya bersih dan &lt;em&gt;sound system&lt;/em&gt;nya bagus. Di setiap akhir lagu ada nilai yang yang muncul,  entah bagaimanacara penilaiannya tapi lumayanlah untuk bahan candaan.&lt;br /&gt;Ketika aku masuk, sudah ada Raysa, Tenri dan Ruri di sana. &lt;em&gt;Room&lt;/em&gt;24 sudah disiapkan. "Ayo... naek yuk" kata Raysa. &lt;em&gt;Room&lt;/em&gt; 24 ada di lantai 2.&lt;br /&gt;"Eh, ntar aku aku nyusul aja ya, mau tunggu temen dulu" jawabku.&lt;br /&gt;"Oke, kami ke atas duluan ya Teh" kata Tenri.&lt;br /&gt;Aku duduk di ruang tunggu sambil melihat kalau-kalau Cinta sudah datang. Aku sudah sms beberapa kali menanyakan di mana posisinya sekarang. Sambil menunggu aku berencana menyanyikan beberapa lagu bernuansa cinta di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hpku bersenandung lirih, "Lady I know youre the one for me"  telepon dari Cinta.&lt;br /&gt;"Iya sayang, sudah di mana ? teman-temanku sudah masuk ke ruangan tuh" aku langsung bicara. Aku menunggu jawabannya, tapi yang ada hanya suara hening, nafasnya yang tidak beraturan.&lt;br /&gt;"Sayang, maafin aku... Andi datang tidak memberi kabar terlebih dahulu, dia sekarang lagi ada di rumah bersama Ayah... Aku harus temani..."  kata-katanya terputus-putus.&lt;br /&gt;Aku terhenyak, aku ternyata belum setegar yang kukira. Kata-katanya masih menimbulkan nyeri di hatiku.&lt;br /&gt;"Ya udah kalau begitu, kamu temani Ayahmu..." jawabku singkat.&lt;br /&gt;"Sayang...,"  dia memanggilku.&lt;br /&gt;"Sudah ya, aku ditunggu teman-temanku..." kataku cepat. "Assalamualaikum" langsung kumatikan HP tanpa memberikan kesempatan Cinta berbicara lebih banyak.&lt;br /&gt;Kuusap genangan air mataku, sambil melangkah naik. Aku harus menyembunyikan perasaanku di depan teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hey, Dewi, mana temanmu?" Ruri setengah berteriak mengimbangi volume musik yang cukup keras. Aku masuk ke ruangan 24. Raysa dan Tenri sedang  berduet menyanyikan lagu KLA Project berjudul Terpurukku disini, kenapa kebetulan sekali sama dengan suasana hatiku,&lt;br /&gt;"Dia ndak bisa datang, ada acara mendadak..."  jawabku ikut berteriak. Ruri tersenyum dan mengisyaratkan aku duduk di sampingnya dan memilih lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk menghempaskan tubuhku di sofa lalu menyadar dan menerawang ke layar televisi yang menampilkan lirik lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpuruk ku disini...&lt;br /&gt;dipeluk bimbang sikapmu...&lt;br /&gt;membeku dan sarat tak terkira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;em&gt;Edited by Bening&lt;/em&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-197057535572187744?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/197057535572187744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=197057535572187744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/197057535572187744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/197057535572187744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/07/haloosayang.html' title='Day 27'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-2162901585265880605</id><published>2007-05-11T12:53:00.000+08:00</published><updated>2007-07-20T14:13:25.216+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 26</title><content type='html'>Ah, sudah jam 11 malam. Pikiranku masih diliputi pertanyaan-pertanyaan tentang adat pertunangan Bugis. Tadi sore aku menemui Cinta di tokonya. Ternyata di sana ada Ibunya, mau tidak mau aku terlibat obrolan tentang pertunangan hingga rencana perkawinan Cinta. Aku bisa melihat betapa Ibunya benar-benar berharap Cinta menikah dengan Andi. Cinta lebih banyak diam dan tertunduk. Meski kondisi percakapan kali itu terasa sangat kaku, aku tetap berusaha tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat pada Tenri, seorang sahabat di Komunitas Angingmammiri. Dia lahir dan besar di Bone, dan sekarang bekerja di salah satu perusahaan distribusi bahan-bahan kimia di Makassar. Sepertinya dia cukup tau tentang proses pertunangan adat Bugis, omongan Cinta masih terngiang-ngiang di telingaku. Apa itu &lt;em&gt;mappettu ada&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencari nama Tenri di daftar kontakku, tak lama kudengar nada sambungan.&lt;br /&gt;"Halo Teh, wah tumben malam-malam nih" Tenri langsung menyahut panggilanku.&lt;br /&gt;"Hey, Ten, iya nih gue mau tanya sesuatu" kataku dengan nada santai.&lt;br /&gt;"Tentang apa, Teh?" &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mapp&lt;/em&gt;&lt;em&gt;et&lt;/em&gt;&lt;em&gt;tu&lt;/em&gt;&lt;em&gt; a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;da&lt;/em&gt; itu apaan sich?" kataku.&lt;br /&gt;"Oh...itu.., eh Teh bisa ndak telepon aku 30 menit lagi? aku lagi di K-10, sebentar aku selesai dan pulang ke rumah, sudah malam soalnya" sahut Tenri.&lt;br /&gt;"Oke, &lt;em&gt;no probs&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;thanks&lt;/em&gt; ya." Aku menyudahi panggilan, sambil menghitung waktukira-kira jam berapa aku menelepon kembali. Tenri masih di K-10, warnet berbasis Linux yang letaknya di dekat kampus UNHAS, dan  seingatku rumah Tenri memang tidak begitu jauh dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam hampir menunjukan jam 12 ketika aku telepon Tenri kembali. Dia bergurau tentang kenapa aku menanyakannya, apakah karena aku mendapatkan seseorang dari Makassar atau apa. Aku cuma menjawab dengan  tawa kecil.&lt;br /&gt;Mappettu ada itu merupakan penyampaian kata kesepakatan antara kedua belah pihak, dan ini nantinya akan menentukan teknis tahapan acara pernikahan, mulai dari waktu, tempat, dan detail tahapan hingga ke puncak acara. Acara &lt;em&gt;mappetu ada&lt;/em&gt; ini akan menghadirkan utusan keluarga kedua mempelai. Keluarga mempelai lelaki, tanpa kedua orangtuanya, akan diterima keluarga pihak wanita. Ada semacam perayaan kecil pada hari &lt;em&gt;mappettu ada&lt;/em&gt;, mahar juga di bawa saat itu dan sekalian tukar cincin. Bahkan jika sudah melaksanakan &lt;em&gt;mappettu ada&lt;/em&gt;, tidak boleh ada pembatalan pernikahan, karena pasti akan membuat malu seluruh keluarga besar. Tenri menjelaskan dengan panjang lebar. Setelah cukup jelas, dan mengucapkan terimakasih atas penjelasaannya, aku menyudahi pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menelepon Tenri, aku termenung. Sepertinya hatiku lebih mantap untuk melepaskan Cinta. Meski berat tapi aku sangat berharap dia memperoleh kebahagiaan dengan membuat keluarganya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku kembali dirundung kesedihan, tapi aku harus tegar. Aku harus kuat, karena Cinta pasti lebih bimbang dan lebih menderita ketimbang aku. Dia yang harus memilih, antara keluarganya atau keinginan hatinya. Dan aku tidak ingin semakin menambah berat beban pikiran Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;Edited by Bening&lt;/i&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-2162901585265880605?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/2162901585265880605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=2162901585265880605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2162901585265880605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2162901585265880605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/07/ah-sudah-jam-11-malam.html' title='Day 26'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-4557131420745887458</id><published>2007-05-10T12:53:00.000+08:00</published><updated>2007-07-20T14:20:22.311+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 25</title><content type='html'>Perasaanku semakin membaik dan lebih tenang, pikirannku juga semakin jernih.Kuputuskan untuk menghubungin Cinta.&lt;br /&gt;"Halo, Assalamualaikum Cinta" kusapa dia lewat HPku&lt;br /&gt;"Sayang..., sayang..., waalaikumsalam" suara Cinta di seberang terdengar agak gelagapan, mungkin kaget setelah kudiamkan kemarin.&lt;br /&gt;"Cinta, Baby... maafkan aku ya, maafkan aku yang &lt;em&gt;over reacting&lt;/em&gt; terhadap semua ini. Aku hanya... hanya nggak suka dibohongi, jadi kaget saja" kataku perlahan.&lt;br /&gt;"Yang... Aku kangen..." Cinta mulai terisak.&lt;br /&gt;"Kita ktemuan yuk, di Losari ajakku."&lt;br /&gt;"Sekarang aja ya sayang..."  pinta Cinta dengan memelas.&lt;br /&gt;"Jangan dong Baby, aku kan sedang kerja sayang..."&lt;br /&gt;"Yaacch..."  suara melemah, kecewa.&lt;br /&gt;"Sore aja ya, seperti pertama kali ktemu itu lho..."  Kubuat suaraku lebih ceria, meski lelehan air mataku sudah menepi bibir.&lt;br /&gt;"Iya deh yang... I love you" suara lembutnya menusuk hati, ingin kupeluk dirinya saat itu juga.&lt;br /&gt;"I love you too, Baby, Assalamualaikum" kututup pembicaraan dan setelah mendengar jawaban salam kupencet tombol merah di Hpku, mengakhiri panggilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dewi, Dewi." kudengar bosku memanggilku dari ruangannya. Buru-buru kuhapus pipi dan sisa genangan air di kantung mata dengan tissu di atas meja.&lt;br /&gt;"Iya Bu..,, sebentar" jawabku sambil menarik nafas dan membuat keadaanku sewajar mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku dipanggil untuk pemberitahuan tugas mendadak yang harus kuhadiri di Jakarta. Ada &lt;em&gt;meeting &lt;/em&gt;beberapa perwakilan kantor cabang di  kantor pusat, dan aku yang ditunjuk sebagai perwakilan dari Makassar.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Meeting&lt;/em&gt;nya tanggal 15 sampai tanggal 18,Dewi, 3 hari saja. Jadi kamu berangkat tanggal 14 dan pulang tanggal 19" Bosku menjelaskan rencana tugas.&lt;br /&gt;Aku sedikit terkejut, tanggal itu bertepatan dengan ulang tahunnya Cinta dan aku harus pergi. Aku menelan ludah. "Saya berangkat 14 sore atau malam bisa kan, Bu?" tanyaku. Karena dengan begini aku masih ada sedikit waktu dengan Cinta.&lt;br /&gt;"Ya bisa-bisa aja, nanti kamu lihat &lt;em&gt;schedule&lt;/em&gt;nya dan minta Arifah untuk &lt;em&gt;booking&lt;/em&gt; tiket buat kamu, OK?" atasanku menegaskan.&lt;br /&gt;"Ok Bu" aku mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai membahas perihal tugas ini aku minta diri untuk kembali ke ruanganku. Baru saja aku mau melangkah ke pintu, tiba-tiba, "Eh Dewi, sebentar, saya baru melihat agenda &lt;em&gt;meeting&lt;/em&gt;nya, ternyata mulainya tanggal 14 &lt;em&gt;after lunch&lt;/em&gt;, jadi pagi kamu sudah harus berangkat dari sini" kata bosku sambil mengangsurkan selembar kertas berisi agenda m&lt;em&gt;eeting&lt;/em&gt;nya. Huf, aku lansung lemas. Rencanaku tampaknya bakal gagal.&lt;br /&gt;"Hey kenapa?", tanya bosku. Mungkin ia melihat raut wajahku berubah ..."&lt;em&gt;I know its Valentine, you got a date here?" &lt;/em&gt;tambahnya dengan senyum menggoda.&lt;br /&gt;"Oh enggak Bu... &lt;em&gt;Its OK, No Probs"&lt;/em&gt; kataku sambil coba tersenyum. Bagaimanapun, tugas kantor harus kuprioritaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kursi di depan meja Arifah aku henyakkan tubuhku. Tanggal 14 Februari, aku sudah punya rencana membuat kejutan ulang tahun untuk Cinta, tapi sekarang buyar. Ah, sebenarnya sudah buyar semenjak aku tau Cinta akan menikah dengan pria itu.&lt;br /&gt;"Yeee malah ngelamun, piye toch, jangan melamun dong jeung!" Goda Arifah mengejutkan.&lt;br /&gt;"Eh ga kok, cuma aku lagi mikir, si Cinta tuh ulang tahun tanggal 14... ." Huff aku mengeluarkan nafas berat.&lt;br /&gt;"Ya udah, perayaannya nanti aja sepulang kamu dari Jakarta, kan bisa sambil bawa oleh-oleh dari sana" Arifah tersenyum memberikan saran.&lt;br /&gt;"Hmm iya juga si, yach gimana nanti deh, thanks ya" aku beranjak kembali ke ruanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari sore menyinari pelataran pantai Losari. Angin laut meniupkan hawa lembab. Air laut berkilau ditimpa pantulan cahaya sang matahari. Anak-anak tampak gembira bermain air di pinggiran pantai, sedang beberapa pemuda dan pemudi bergandengan tangan, ada yang duduk saling merangkul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuedarkan pandangaanku mencari sosok Cinta. Nah, itu dia beberapa meter di depanku aku hafal sosoknya meski hanya dari arah belakangnya. Rambutnya terurai dimainkan angin, dia memakai &lt;em&gt;sweater &lt;/em&gt;bernuansa pink yang dipadankan dengan &lt;em&gt;jeans&lt;/em&gt; biru tua, pandangannya mengarah ke laut lepas. Aku diam-diam berjingkat mendekatinya, lalu duduk di sampingnya seraya berkata Pemandangan senja yang selalu indah ya. Dia terkejut ."Ah... Sayaaang..."  matanya berbinar dan lansung memelukku. Aku balas memeluk Cinta, aku tau mungkin banyak mata yang memandang, tapi aku tidak ingin berpikir. Kupejamkan mata, aku hanya ingin menikmati pelukan hangat seseorang yang kucintai. Cukup lama kami erat berpelukan, hingga kurasa tubuh Cinta bergoncang dan mulai terisak.&lt;br /&gt;"Hey baby kenapa?" Aku mencoba melepas pelukannya dan menatap wajahnya, tetapi justru dia makin erat merangkulku.&lt;br /&gt;"A...aku kangen... aku ga mau kehilangan kamu... aku ga mau menikah dengan Andi.. .aku mau pergi denganmu.."&lt;br /&gt;"Sssstt... sudah, sudah, aku di sini toch, aku ga kemana-mana kan?" Aku melepas pelukan. Kuhapus air matanya. Lalu kurangkul bahunya dan membiarkan kepalanya bersandar dibahuku. Tanganku mengelus sambil menepuk-nepuk lembut lengannya. "Sudah Baby, jangan menangislagi dong. Gimana kabar kamu?" Aku mencoba berbicara setenang mungkin, meski sedari tadi hatiku tak kalah perih, ingin ikut menangis bersamanya.&lt;br /&gt;"Aku, aku dan Andi..., Andi... dia akan datang untuk membahas lamaran dan &lt;em&gt;mappettu ada&lt;/em&gt;, dia tadi telepon aku... dia akan bertemu dengan ayah... aku... harus bagaimana...?"   Cinta tersendat-sedat dalam isaknya mencoba jelaskan. Aku hanya menghela nafas panjang&lt;br /&gt;"Ssstt... sudah, sudah...nanti saja kita bahas. Sekarang kita nikmati dulu &lt;em&gt;sunset&lt;/em&gt;nya ya... aku di sini kok Baby" Kukecup keningnya di bawah senja yang semakin redup. Mentari perlahan tenggelam di batas laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;em&gt;Edited by Bening&lt;/em&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-4557131420745887458?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/4557131420745887458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=4557131420745887458' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/4557131420745887458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/4557131420745887458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/07/perasaanku-semakin-membaik-dan-lebih.html' title='Day 25'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-7658804710464254855</id><published>2007-05-09T12:52:00.000+08:00</published><updated>2007-07-20T14:21:30.876+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 24</title><content type='html'>Kuhempaskan tubuhku di atas kasur. Hari yang melelahkan pikirku. Aku melihat langit-langit, sekedar meluruskan tulang punggungku. Semenjak Cinta menceritakan dia memiliki pacar, aku kurang tidur, tidak bisa tidur malah. Makan pun kurang enak. Kupandangi kamarku mulai dari lemari kayu, barang-barang yang kutaruh di  atasnya, sampai bros kupu-kupu yang kutempelkan pada horden. Humph aku menghela nafas denganberat. Aku kangen sekali dengan Cinta, senyumnya, candanya, watak kedewasaannya. Kupejamkan mata untuk mengingatnya. Ah, aku cukup jauh terbawa perasaan melankolis. Mungkin sudah saatnya aku membaca sms-sms Cinta yang masuk ke &lt;em&gt;inbox&lt;/em&gt;ku hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sayang, maafkan aq. Aq tdk pernah berniat menyakitimu. Aq tdk bermaksud utk berbohong pdmu, Aq hanya menunda. Aq cinta km sayang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;My dearest, please, aq mohon km maafkan aq. aq ga tahan, aq kangen. Katakan apa yang mesti aq lakuin untuk kembali pdmu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aq akan putuskan Andi, aq hanya butuh waktu, permasalahannya rumit Sayang.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sayang, bales dong smsnya, katakan sesuatu, aq tdk tahan km diamkan aku&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lagi apa Sayang? Makan yg bener ya, biar sayang tetap sehat&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sayang, aq telp ya sekarang?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aku cinta padamu, Sayang. Aku sangat kangen&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku kembali merembes, dadaku berdebar rasanya ingin meledak. Cinta, mengapa kau tega? Aku paling benci dibohongi  hatiku berontak. Kutumpahkan tangis di atas bantal. Dadaku mulai sesak hingga aku terbatuk-batuk. Kepalaku pusing. Aku menarik nafas dalam-dalam. Tenang Dewi... tenang, ini bukan masalah besar bisikan hatiku saling bergantian. Kulanjutkan kembali membaca sms dari Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ok Sayang, aq akan ceritakan di &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sini. Jd, ayahku &amp; ayahnya Andi bertemu di kapal laut ketika mereka akan pergi berdagang ke Papua. Aq masih berumur 2 tahun, Andi pun berumur 3 tahun. Mereka menjodohkan aq &amp;amp; Andi. Mereka menjadi sahabat dekat, akrab. 10 thn yg lalu,aq dikenalkan pd Andi, dr situ kami putus nyambung. Aq sdh anggap Andi kakakku, Aq hanya menghormati ayahku &amp;amp; ayahnya Andi. Aq ga tau mesti gmn skrg. Aq memang hrs memilih. Aq memilihmu, tp bantu aq. Aq sungguh mencintaimu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisanku mereda. Entah kenapa, aku tiba-tiba merasa iba pada Cinta. Rasa iba yang membuat aku justru berpikir Apa yang harus kulakukan sekarang? Sudah jelas ceritanya, tapi apakah aku akan percaya begitu saja. Aku pejamkan mata kembali, mencari kekuatan dan bisikan di dalam hati, mempercayakan keputusan kepada sang hati dan nuraniku yang terdalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku bimbang. Cinta mungkin akan memiliki masa depan dengan lelaki itu, menikah, diakui keluarga, punya anak. Sedang jika dia bersamaku, apa yang aku bisa berikan? Hanya cinta dan kasih sayang dan tulus. Tapi aku tau sisi lain yang jauh lebih berat. Jika kami bersama mungkin akan banyak menyebabkan kekecewaan, cibiran orang disekitar. Apakah aku sanggup melihat dia menderita seperti itu? Sedangkan aku sendiri terkadang lelah menghadapinya, perasaan tidak membahagiakan keluarga dan orangtua kerap timbul, bahkan serasa dikutuk. Meski aku tetap yakin pada Tuhan dan berusaha patuh pada perintah-Nya, ikhlas hidup karena-Nya, serta tak henti mencari ridha-Nya, tapi untuk rasa yang satu ini terasa demikian berat. Oh, Tuhan, aku benar-benar memohon ampunan-Mu, kuatkan aku Tuhan dalam  menghadapi semua ini pintaku dalam hati. Dan ketenangan menjalari seluruh hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;em&gt;Edited by Bening&lt;/em&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-7658804710464254855?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/7658804710464254855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=7658804710464254855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/7658804710464254855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/7658804710464254855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/07/kuhempaskan-tubuhku-di-atas-kasur.html' title='Day 24'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-5600497684701682203</id><published>2007-05-08T12:01:00.000+08:00</published><updated>2007-07-11T12:36:05.559+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 23</title><content type='html'>Kafe Baca Bibliholic adalah taman bacaan, tempat membaca dan menyewa buku. Beragam buku dari komik, novel bahkan sampai koleksi referensi cukup lengkap di sana. Kenapa kafe? Karena sambil baca bisa sambil menikmati secangkir kopi atau makanan ringan yang tersedia. Kafe Baca Bibliholic ini diinisialisasikan oleh Aan Mansyur. Seorang pengemar buku dan juga penulis, dia juga bergabung dalam komunitas &lt;em&gt;blogger &lt;/em&gt;Makassar. Seorang pemuda penuh inspirasi. Pertama kali aku singgah di Kafe Baca Bibliholic, aku langsung merasa nyaman berdiam di tempat ini, hanya sayang, aku tidak begitu betah berlama-lama membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu Raysa datang menjemput dengan mobil Xenia hitamnya. Kami langsung melaju ke Biblioholic yang lumayan jauh dari kantorku dengan diiringi alunan Smart FM dari tape mobilnya. Aku duduk di sampingnya dengan &lt;em&gt;seatbealt &lt;/em&gt;terpasang kencang.&lt;br /&gt;“So..., apa kabarnya lu?” Raysa melirikku membuka perbincangan.&lt;br /&gt;“Baik.. baik, elu sendiri gimana? Banyak pasiennya ya?” tanyaku sambil melempar senyum.&lt;br /&gt;“Ya biasa aja, lumayan sibuk sih di klinik” Raysa menyahut.&lt;br /&gt;“Eh.. ketemuan kali ini apa agendanya?” aku menoleh padanya. “Yaach... hehehe...“ Raysa terkekeh. “...kebiasaan deh kamu ini, kan sudah gw sms, duh cape deh” dia mengeleng gelengkan kepala.&lt;br /&gt;Aku cuma tersenyum, merasa tidak enak, karena memang aku akhir-akhir ini tidak ingin membaca sms di HP yang penuh dengan sms dari Cinta.&lt;br /&gt;“Maaf, Ray. Gue lagi males baca sms” aku tertunduk. “Duh air mata jangan jatuh dulu” pintaku dalam hati, karena kadang genangan airmataku merembes tak terkendali setiap kali mengenang Cinta.&lt;br /&gt;Aku mengusap sudut mataku dan mengalihkan pandangan keluar jendela, mencoba menyembunyikan perasaanku.&lt;br /&gt;“Wah ada apa ini?” tanya Raysa, menangkap nada suaraku yang tiba-tiba berubah.&lt;br /&gt;“Ah biasalah, masalah percintaan, masalah hati” Aku berkata setengah berbisik dan senyum yang kupaksa.&lt;br /&gt;“Hmm... berantem ma kekasih?” tanya Raysa tersenyum.&lt;br /&gt;“Ya begitulah Ray... “ Aku mencoba untuk tidak menceritakan detail yang sebenarnya, aku belum berani menerima reaksinya meski aku yakin dia mungkin bisa mengerti.&lt;br /&gt;“Ya sudah, tenangin pikiran aja dulu, nanti juga pasti ada jalannya, dan baikan lagi” Raysa mencoba menghiburku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum padanya dan mengangguk.&lt;br /&gt;“Jadi, agendanya apa nih?” Aku terkekeh, mengalihkan pembicaraan. “Hehehe... biasalah rapat bulanan, &lt;em&gt;brainstorming&lt;/em&gt;, mikirin apa yang akan dilakukan selanjutnya” Raysa menjawab sembari membelokan kemudinya. Mudah-mudahan berkumpul dengan teman-teman blogger bisa membantuku memulihkan perasaanku pada Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Edited by Bening]&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-5600497684701682203?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/5600497684701682203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=5600497684701682203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/5600497684701682203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/5600497684701682203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-23.html' title='Day 23'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-9151967924465106301</id><published>2007-05-07T11:59:00.000+08:00</published><updated>2007-07-11T12:05:21.726+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 22</title><content type='html'>Aku harus bangkit dan menata perasaanku. Aku harus mencoba mengerti posisi Cinta. Aku mungkin egois tidak mau mendengarkan alasannya. Tapi sementara aku tidak mau memikirkannya terlalu jauh, banyak tugas yang harus aku selesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah mulai jam kantor, akhirnya kunyalakan juga Hpku. Lalu beberapa sms bertubi-tubi masuk ke &lt;i&gt;inbox&lt;/i&gt;ku. Aku masih malas membacanya. Jadi kubuka saja tapi tak kubaca. Aku masih terkurung oleh prasangkaku sendiri. Aku menarik banyak kesimpulan yang kubuat sendiri tak peduli itu kesimpulan  negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, “Buzz!” &lt;i&gt;&lt;span&gt;Yahoo Messanger&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; panelku terbuka, membangunkanku dari lintasan pikiran yang mengambang. Ternyata Raysa menyapa. Raysa salah satu sahabatku yang kukenal sejak aku tinggal di Makassar. Aku mengenalnya lewat sebuah komunitas blogger Makassar yang bernama Angingmammiri. Komunitas orang-orang yang gemar menulis di internet. Aku sendiri punya &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;, malah punya 3, satu yang untuk journal keseharianku, 2 lagi tentang curahan hatiku dan perasaan ke-L-an ku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raysa: “Hey”&lt;br /&gt;D3w1: “Halo Ray, whuts up?”&lt;br /&gt;Raysa: “Kamu udah dapat smsku tentang kopdar besok malam?”&lt;br /&gt;D3w1: “Ups, gue blum buka HP”&lt;br /&gt;Raysa: “hehehe”&lt;br /&gt;D3w1: “Ketemuan dimana?”&lt;br /&gt;Raysa: “Di tempatnya Aan, di Biblioholic, kamu ikut kan?”&lt;br /&gt;D3w1: “Boleh deh, tapi setelah jam kantor kan?”&lt;br /&gt;Raysa: “Iya, gw juga mesti ke klinik dulu, nanti gw jemput dikantormu deh”&lt;br /&gt;D3w1: “Asssiiik… oke deh Ray...”&lt;br /&gt;Raysa: “Cu besok ya, besok sore gw sms kalau sudah mau berangkat”&lt;br /&gt;D3w1: “Sip2”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raysa, seorang dokter gigi muda yang memiliki sebuah klinik yang letaknya tidak jauh dari kantorku. Dia perempuan cerdas dan penuh ide. Aku kagum padanya. Meski hatiku pernah sedikit berdebar menyukainya tapi aku tidak berniat untuk lebih jauh, dia &lt;i&gt;straight&lt;/i&gt;, dan dia adalah sahabat yang menyenangkan. Aku ingin dia tetap merasa nyaman di dekatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali ke dunia pekerjaan. Sambil menatap tumpukan kertas di mejaku aku mulai menyusun rencana kerja. Banyak data yang mesti kuperiksa.&lt;br /&gt;Untuk sejenak Cinta terlupakan. Perlahan tapi pasti aku harus bisa menjauh, demi dia, demi aku dan demi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Edited by Bening]&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-9151967924465106301?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/9151967924465106301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=9151967924465106301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/9151967924465106301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/9151967924465106301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-22.html' title='Day 22'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-482109357786417350</id><published>2007-05-06T11:59:00.000+08:00</published><updated>2007-07-11T12:03:11.110+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 21</title><content type='html'>Pagi itu aku malas sekali bangun, mataku bengkak dan sulit dibuka, ditambah dengan sakit kepala. Entah sampai jam berapa semalam aku menangis. Air mata yang tumpah tanpa tertahan mengalir dengan sendirinya. Ada rasa nyeri di ulu hati dan perih. Seperti luka teriris sebilah pisau dan berdarah mengucur. Hatikulah yang teriris-iris oleh kenyataanan. “Cinta, sayang... mengapa kau begitu tega padaku?” hatiku terus bertanya dan meminta otakku untuk sebuah memberi sebuah jawaban. Aku masih terbaring lemas. Aku mengucek mata, membersihkan sudut mata yang kembali berair bila mengingat Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dewi…dewi...tok...tok...to...“ terdengar ketukan dari pintu dari luar. “Iya...” jawabku menyahut lemah. Arifah muncul sambil mendorong pintu kamarku perlahan. Di belakangnya Setya melangkah pelan membuntinya.&lt;br /&gt;“Hey kamu ga apa-apa?” Arifah menghampiri tempat tidurku, dia duduk di pinggir. Sementara Setya masih berdiri dekat pintu. Aku memandang Setya dan Arifah bergantian, luka itu seperti tersentuh kembali menimbulkan perih yang membuatku terisak. Kupeluk bantal gulingku, dan membenamkan wajahku di atas bantal. Terasa tangan Arifah menyentuh lenganku.&lt;br /&gt;“Dewi... kamu berantem ya sama Cinta?” tanya Arifah. Aku mendongkak  agak kaget, Arifah kok tau.&lt;br /&gt;“Maaf Dewi, aku sudah menceritakan semua pada Arifah, bahwa kamu… “ Setya berkata tertunduk tidak melanjutkan kalimatnya. pandanganku beralih pada Arifah. ”Aku ngerti kok Dewi, meski aku tidak sepaham dengan kalian” Arifah berkata lembut.&lt;br /&gt;Entah kenapa, rasanya justru lebih lega tapi isakku malah tidak tertahan. “Sudahlah Dewi... “ Setya menghampiri tempat tidurku, dia duduk di bawah. “...sabar ya…ada yang bisa kami bantu?” Setya bertanya.&lt;br /&gt;“Ugh... ga... ga… ada… ma.. ka..sss siiih” jawabku sesegukan.&lt;br /&gt;“Hm, kamu matiin HP ya Dewi?” Arifah kembali bertanya. Aku melirik HPku dan mengangguk. “Ke... na...na...pa...memangnya... ?” aku mencoba bangun mengambil posisi duduk. Arifah dan Setya saling berpandang, seperti mereka menyembunyikan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayang… “ terdengar suara yang sangat kukenal, suara Cinta. Kuangkat kepalaku, ternyata Cinta sudah berdiri di dekat pintu, membawa segelas air.  “...sayang, minum dulu ya, tenang dulu” Cinta ikut duduk di pinggir tempat tidur  menyodorkan segelas air minum. Aku masih kaget ”Beraninya dia datang ke kamarku, penipu!” hatiku tak terima. Mataku tajam menatap Cinta yang hanya tertunduk dengan rasa bersalah dan  menyadari raut mukaku yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku butuh waktu sendiri...” kataku pelan. Arifah dan Setya pun saling berpandangan dan mengangguk lalu beranjak keluar dari kamarku. Setelah mereka menutup pintu, Cinta mendekatiku. Gelas dengan air itu masih di tangannya. “Kamu ga nemani Andi? Dia kan lagi di kota”  kataku ketus dan sinis. Aku menatapnya  dengan benci. Ingin menyakitinya  dengan sikapku meski aku mencintainya. Cinta semakin tertunduk, kulihat air matanya merembes, dia menangis tertahan. Cinta menggelengkan kepalanya dan mengusap air matanya tetap menguatkan hati menjawab pertanyaanku.&lt;br /&gt;“Andi sedang bertemu dengan teman-temannya di Roterdam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranjak sedikit membuka horden di dekatku, tempat tidurku bersebelahan dengan jendela. Sinar matahari yang berdesakan  masuk, menyilaukan mata. Aku menatap keluar, pikiranku menerawang jauh. Aku mencoba menenangkan diri, mencoba mengalihkan perhatian. Aku sudah lelah menangis. Kucoba  membayangkan Roterdam, benteng peninggalan jaman penjajahan Belanda yang letaknya di antara Pantai Losari dan pelabuhan. Halamannya luas, dan beberapa bangunan rumah ala Belanda ini sebagian dijadikan museum dan perkantoran. Meski terpelihara tapi masih ada kesan menyeramkan karena nuansa masa lalu. Aku pernah berkunjung kesana, di hari minggu atau libur Roterdam ramai dengan pengunjung dari berbagai kalangan, tempat yang cocok juga untuk berduaan. Ah..., aku bahkan sudah berencana mengajak Cinta ke sana, tapi sepertinya kemungkinannya semakin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalihkan pikiran ini lumayan mengendalikan emosiku. Pikiranku masih melayang-layang ketika, Bzzzz…Bzzz.... sayup-sayup terdengar suara HP bergetar, kulirik Cinta masih tertunduk, bermain dengan gelas di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Angkat aja” kataku. Dia menggeleng kepalanya. “Udah tau paling dari Andi, dia mungkin sudah selesai pertemuannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela nafas, perlahan kuambil juga gelas dari tangannya. Seteguk air itu lumayan melegakan dadaku, aku kembali menatap jauh keluar. Diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya Cinta pamit mengakhiri suasana yang kaku “Sayang, aku pergi dulu ya..., maafin aku“ kata Cinta setengah berbisik denga suara yang sengau. Tanpa memalingkan wajah aku mengangguk. Setelah terdengar pintu kamar ditutup, dadaku kembali sesak, mataku kembali perih, air mata kembali menetes membasahi pipiku. Aku sudah sangat lelah, tapi semua tumpah tak tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Edited by Bening]&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-482109357786417350?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/482109357786417350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=482109357786417350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/482109357786417350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/482109357786417350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-21.html' title='Day 21'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-8738350129922945467</id><published>2007-05-05T09:58:00.000+08:00</published><updated>2007-07-10T10:02:52.889+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 20</title><content type='html'>“Sayang ayo dong banguuuun” teriak Cinta untuk kesekian kalinya. Aku membuka mata pelan-pelan, rupanya sudah terang. Sebetulnya aku sudah bangun jam 5 untuk shalat subuh, tapi kemudian tidur kembali. Aku pikir Cinta juga sama tapi ternyata dia sudah bangun terlebih dahulu. Aku menggeliat, menarik selimut dan menyembunyikan kepala di bawah selimut, mataku masih mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menyusupkan kepalanya di bawah selimutku dan mengecup pipiku sambil berbisik di telingaku “Sayang, aku dah buatkan sarapan tu, ayo.. “.&lt;br /&gt;“Aku masih ngantuk, sabtu kan ini?” kataku. Cinta kemudian menarik selimutku dan mencoba menarik tubuhku, yang mungkin dua kali lebih besar dari tubuhnya. Aku geli campur kasihan melihat dirinya yang berusaha dengan susah payah membuatku berdiri. Tiba-tiba aku ingin menggodanya. Aku peluk tubuhnya dari belakang dan menggelitik pinggangnya. Dia menjerit tertawa. ”Pagi yang malas berubah menjadi pagi yang indah bersama kekasih yang aku sayangi,” kataku dalam hati, sambi menikmati derai tawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan nasi goreng buatan Cinta terhidang di atas meja. Nasi goreng khas makassar tidak pakai kecap, melainkan saos merah. Nasi goreng berwarna merah itu tampak lezat di depan mata. Aku melirik Cinta dengan manja bergantian dengan melirik nasi goreng. Cinta tersenyum , dia sudah mengerti maksudku. Dia baru mulai menyendoki nasi ketika tiba-tiba, “Selamat Pagi Dewi” suara ibu Cinta terdengar di belakangku. Aku kaget, Cinta langsung memasukan sendok ke mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh Tante, Selamat Pagi” jawabku rikuh. Ibunya Cinta sudah rapi berpakaian sepertinya akan pergi ke suatu tempat. Taklama kemudian ayahnya menyusul masuk ke ruang makan.&lt;br /&gt;“Oh ini temannya Cinta?” suara bass penuh wibawa itu bertanya.&lt;br /&gt;“Iya ayah, ini Dewi” jawab Cinta. Aku menyodorkan tanganku bersalaman dengan ayahnya Cinta sambil tetap tersenyum.&lt;br /&gt;“Cinta, ayah dan ibu pergi dulu, ada acara ditempatnya Om Ahmad” kata ayahnya Cinta sambil berjalan menuju pintu, ibunya kemudian menyusul.&lt;br /&gt;“Iya Ayah, salam buat Om Ahmad” Cinta menyahut&lt;br /&gt;“Mari Dewi” Ibunya Cinta pamit padaku.&lt;br /&gt;“Oh iya Tante, Om silahkan” kataku sambil mengangguk agak malu-malu.&lt;br /&gt;Setelah pintunya tertutup, Cinta mengigit lenganku. “Ouch” aku kaget “Aku gemes ama sayang” kata cinta sambil tersenyum. Aku cubit tangannya dengan lembut. “Ayooo sekarang suapppiiin donnng” pintaku lalu membuka mulutku lebar-lebar. Cinta mulai menyuapkan sesendok demi sesendok nasi goreng buatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang yang terik, seperti biasa udara di Makassar jika tidak musim hujan. Cinta mengantar aku pulang dan dia berangkat ke tokonya di GTC. Malam ini aku berencana mengajak Cinta diner di Kafe Wisata Bahari Terapung. Sebuah kafe terapung di daerah  Pantai Losari. Kafe ini dikelola oleh sebuah SMK pariwisata. Untuk bisa ke kafe ini harus menggunakan perahu motor dari pinggir Pantai Losari. Perahu motor ini berbentuk bebek, seperti halnya wahana bebek kayuh yang ada di sisi utara pantai. Tadinya aku  juga ingin mengajak Cinta ke wahana itu. Mengayuh bebek air berdua, memandang sunset, terasa begitu romantis. Tapi karena Cinta baru bisa keluar dari toko jam 7 keinginan ini aku simpan untuk lain waktu. Sementara Kafe terapung buka dari jam 4 sore sampai jam 1 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 8 teng, aku sudah berada di pelataran Pantai Losari, menunggu Cinta. Kira-kira 5 menit kemudian Cinta muncul. Setelah memberikan pelukan kecil dan cium pipi kanan kiri, aku menggandengnya menuju tempat mangkal perahu motor itu.&lt;br /&gt;Aku punya feeling yang kurang nyaman. Cinta menekuk mukanya sedari ketemu. Aku coba melemparkan senyum dan menggodanya beberapa kali, tapi dia lebih banyak tertunduk. Gengaman tangannya pun terasa tegang. Seperti ada yang mengganggu pikirannya. Aku tidak ingin menanyakannya dulu, aku menunggu sampai di kafe.&lt;br /&gt;Pemandangan malam penuh cahaya lampu indah terlihat dari kafe tersebut. Hotel Imperial yang penuh cahaya lampu romantis dan lampu jalanan membuat pemandangan kota semakin bagus dari kejauhan. Pantai tak tampak penuh dengan sampah seperti halnya siang hari, hanya terlihat riak ombak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta duduk di kursi yang langsung menghadap laut luas. Pandangannya sering kosong. Aku menawarkan menu mencoba mencairkan suasana yang tidak kumengerti, dia memilih minum yang hangat, sedang aku memesan milk shake. Makanan dia pilih asal saja, tampak tidak berselera. Kami lebih banyak diam hingga HPnya Cinta yang ia letakan di atas meja bergetar. Ada telpon masuk. Cinta tersentak kaget dan melihat seklas kemudian dia matikan. Tidak berapa lama HPnya bergetar kembali. “Baby, angkat saja, memangnya siapa itu?” Cinta sepertinya tak perduli, dia melanjutkan makan. Ketika ketiga kali HP itu berbunyi dia menjawab dengan nada kurang suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo..., iya... iya... engga..., jangan..., ga tau..., “ kata-katanya ketus. “...besok deh. Ga mau. Iya nanti aja... Wa’alaikumsalam” Cinta  buru-buru menutup HPnya dan langsung mematikannya.&lt;br /&gt;Aku meletakan tanganku di atas tangannya ”Ada apa Baby? Siapa itu?” tanyaku dengan tenang. Tanpa kuduga Cinta malah langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia mulai terisak. Aku melihat di sekitarku beberapa orang yang sudah melirik dengan tatapan aneh ke arah meja kami. Aku memegang bahunya semakin heran.&lt;br /&gt;“Baby.. ada apa? Mau pulang saja?” aku berbisik. Kutunggu sampai isaknya mereda.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian Cinta mulai bicara.&lt;br /&gt;“Andi...”. Aku mencoba untuk menatap matanya. Sedari tadi dia kerap menghindari kontak mata denganku.&lt;br /&gt;“Siapa Andi?” tanyaku dengan mengira-ngira, apakah dia ini lelaki yang pernah menyakitinya, atau siapa.&lt;br /&gt;“Sayang, maafin aku... “ Cinta berkata dengan tertunduk dan masih terisak. Aku tambah kaget dan bingung. “...Andi, adalah dipasiparoku” lanjut Cinta. Aku tambah bingung “Dipasiparo itu apa?” tanyaku lagi. “Dipapasiro itu maksudnya aku dan dia sedari kecil telah dijodohkan orangtua kami, sayang” tangannya meraih tanganku.&lt;br /&gt;Aku  mengangguk, ”Oh dijodohkan” pikirku, aku pun sering dijodohkan. “Ya terus...masalahnya apa?” tanyaku datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andi dulu kerja di Jakarta, sekarang pindah ke Kendari. Dan sejak tadi sore dia tiba di Makassar”  Cinta menjelaskan. Aku masih mengangguk-angguk biasa.&lt;br /&gt;“Ya terus...” aku masih berasa biasa dan belum bisa meraba arah pembicaraannya. Kalaupun Andi itu dipapasionya masa mau kembali ke jaman Siti Nurbaya, yang penting sekarang Cinta adalah milikku.  “Sayang..., aku dan Andi sudah 3 tahun pacaran” Cinta berkata dengan pelan dan penuh penekanan sambil memegang tanganku, mukanya tertunduk dalam.&lt;br /&gt;Aku  terdiam dan langsung menarik tanganku menjauh dari tangan Cinta. Jatungku berdebar cepat, amarah mulai naik ke kepalaku semua pikiran berkecamuk. Aku tidak menyangka. Dia tidak pernah menceritakan hal ini sebelumnya. Kenapa sekarang baru dia jelaskan kalau dia tengah menjalin hubungan dengan seorang lelaki? Satu kata yang langsung jelas di kepalaku “Pembohong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku terengah-engah, air mataku mulai menggenang. Aku langsung berdiri bergegas menuju kasir dan membayar semua pesanan. Lalu aku berjalan ke dermaga kecil menunggu perahu motor menjemput. Cinta sedari tadi mencoba menjejeri langkahku dan meraih tanganku, dia tidak lagi berani berkata-kata, orang-orang di sekitar semakin memandang aneh. Begitu perahu motor datang aku langsung melompat, tak peduli Cinta yang naik kepayahan lalu duduk di sampingku. Di perahu dia mencoba berbicara, tapi aku tak hiraukan, aku membuang mukaku jauh-jauh. Dadaku semakin sesak. “Memangnya aku ini apa? Sekedar permainan? Pembohong...Pembohong...Pembohong!” kata itu berkali-kali menusuk dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di pelataran pantai, aku berlari jauh meninggalkan Cinta yang berteriak memanggil“Dewiiii, maafkan aku”. Aku tidak menoleh sedikit pun ke belakang. Wajahku sudah basah oleh air mata, aku terisak  berlari pulang.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;[Edited by Bening]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-8738350129922945467?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/8738350129922945467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=8738350129922945467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8738350129922945467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8738350129922945467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/sayang-ayo-dong-banguuuun-teriak-cinta.html' title='Day 20'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-2962589567239980206</id><published>2007-05-04T12:30:00.000+08:00</published><updated>2007-06-11T12:35:44.253+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 19</title><content type='html'>“Lady, I know you’re the one for me” HPku berbunyi, pasti Cinta yang menelepon.&lt;br /&gt;“Iya Baby” sahut ku, setelah menekan tombol penerima.&lt;br /&gt;“Sayang, aku ga bisa jemput, kita ketemu di mal aja ya” suaranya seperti berada di keramaian.&lt;br /&gt;“Oh, Ok Beib, abis magrib aku berangkat dari kantor, mungkin nyampe jam-jam setengah tujuhan”&lt;br /&gt;“iIa ga apa-apa Yang, aku tunggu ya sayang...” Cinta kemudian menutup telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sedang berada di dekat  Mall tempat kami janjian. Mall Panakukang Square. Meski Cinta tinggal di daerah Cendrawasih, yang semestinya sejalan denganku untuk ke Panakukang, tapi saat ini dia sedang berkunjung ke rumah tantenya yang tinggal di jalan Pelita, dekat dengan Panakukang. Rencananya malam ini aku akan ke rumah Cinta dan mengunjungi kamarnya yang dia selalu ceritakan penuh dengan berbagai atribut pink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas magrib, aku telepon untuk memesan Taxi. Menuju Mall Panakukang dari daerahku lumayan berputar-putar jika menggunakan pete-pete, jadi kuputuskan naik taxi. Di Makassar ada bermacam-macam perusahaan taxi, ada Bosowa, Putra, Gowata, Ggowamas dan banyak lagi. Hanya aku prefer naik Bosowa, atau Putra  atau Gowata. Selain ramah, armadanya pun masih terawat baik. Aku naik Taxi Bosowa dari kantorku menuju Mall Panakukang, melewati jalan Sungai Saddang. Jalan ini menjadi dua arah setelah jam 6 sore, kalau pagi atau siang hanya satu arah, yaitu yang menuju arah kantorku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mall Panakukang Square (MPS), mall yang cukup luas, gabungan dari 2 gedung pertokoan. Mall yang lama sudah ada berbagai toko, mulai dari Supermarket Diamond, Gramedia, Food Court, Pizza Hut, Giordano dan berbagai toko lainnya. Dulunya bertempat di lantai 1 dan 2, kemudian belakangan ini semenjak adanya Carefour yang letaknya di gedung baru, banyak toko-toko lain yang buka. Tidak jauha berbeda denga Mall di Jakarta, serba ada dan luas. Ada Hypermart, Matahari, Jco, Bread Talk, Jonny Andrean dan banyak lagi. Pusat perbelanjaan ini selalu ramai, apalagi menjelang malam tiba. Mungkin juga karena ada bioskop 21, dengan 4 studio dan tempat biliar Score.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah terdapat PTC (Panakukang Trade Centre). Gedung ini masih satu areal, tapi sedikit terpisah oleh pagar dan jalan. Aku pernah sekali masuk ke dalam PTC, belum banyak toko yang buka dan belum begitu ramai, mungkin karena semua pengunjung tersedot di MPS itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku memang berencana untuk belanja bulanan, stok keperluan sehari-hari sudah mulai habis. Biasanya aku belanja bareng Setya dan Arifah, tapi kali ini aku ingin belanja sama Cinta sambil juga Saturday Nite-an, karena besok kantor memang libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun dari Taxi, aku menghubungi Cinta.&lt;br /&gt;“Baby, kamu di mana nih, aku dah sampai. Di dekat Solaria”&lt;br /&gt;“Oh iya sayang, aku masih di parkiran nich, tunggu di situ, aku nanti kesana” sahut Cinta. Aku pun berdiri di antara Solaria dan tempat bermain anak-anak. Di mal ini banyak terdapat tempat bermain anak-anak, hampir di setiap lantai. Aku sendiri heran. Mungkin supaya orang tua bisa asik berbelanja dan anak-anak dititip areal bermain, dengan segala permainan yang aman untuk anak. Aku suka memandang anak-anak yang lari kian kemari di areal itu.&lt;br /&gt;“Hey sayang” Cinta mengejutkanku, dia meraih tanganku dan digandengnya. “Kamu belum makan kan sayang? Kita makan di Solaria yu” Cinta langsung menarikku mencari tempat duduk di Solaria. Setelah mendapatkan meja yang cukup nyaman, kami memilih daftar menu. Aku suka ayam rica-rica Solaria, sedang Cinta lebih suka nasi goreng ikan asinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyantap makan malam singkat itu, kita berdua menuju Hypermart. Aku memilih Hypermart karena agak sedikit lebih murah dibanding Carefour dan lebih bervariasi dibanding Diamond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbelanja dari mulai deodoran sampai makanan ringan. Aku yang mendorong trolynya, Cinta yang memilih belanjaan, mengambilkan barang dan mengomentari setiap barang. Aku hanya tersenyum dan kadang tertawa bersama-sama menanggapi komentarnya itu. Berbelanja dengan Cinta jauh lebih mengasikkan dibanding dengan Setya atau Arifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai berbelanja, aku dan Cinta menuju parkiran dan meletakkan belanjaan di jok belakang, dan seperti rencana awal, kami akan menuju ke rumah Cinta.&lt;br /&gt;Setiba di rumah Cinta suasananya rumah yang bertingkat dua itu tampak lengang dan sepi,  mungkin karena hampir jam 10 orang tuanya sudah pada tidur, hanya lampu di dapur saja yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta membimbingku menuju ke kamarnya. Dan sesaat setelah membuka pintu aku takjub aku melihat kamarnya, benar-benar dunia pink, segala barangnya ada unsur pink. Banyak hiasan pernak-pernik. Cinta memang sudah lama memang meninggalkan kamarnya, tepatnya semenjak lulus SD, kemudian tinggal bersama neneknya di Jakarta. Namun karena kamarnya tidak dihuni siapa-siapa dan tetap terjaga, jadi barang-barang di kamarnya masih terkesan kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap seluruh penjuru kamarnya, sampai mataku tertumbuk pada satu benda yang kontras berwarna biru di antara tumpukan pink. Tempat hiasan yang berwarna biru cerah. Masih tampak baru. Aku menghampirinya, Cinta yang agak gelagapan berkata “eh...mmm itu... itu... dari sepupu aku, dia tidak tau aku suka pink”. Aku cuma sekilas memegangnya tidak berpikir apa-apa karena tiba-tiba Cinta sudah mendorongku ke tempat tidur dan kita pun terbuai dalam canda cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-2962589567239980206?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/2962589567239980206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=2962589567239980206' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2962589567239980206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2962589567239980206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-19.html' title='Day 19'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-8541692507690965713</id><published>2007-05-03T12:22:00.000+08:00</published><updated>2007-06-11T12:28:29.354+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 18</title><content type='html'>Siang itu, Makassar begitu terik, meski aku di dalam ruangan ber-AC. Terlihat begitu terang mentari di luar. Aku sedang berada di ruang Wati, salah satu ruangan yang memiliki jendela yang menghadap ke jalan. Kulihat kendaraan lalu lalang, dan anak-anak sekolah yang berhamburan dijemput orang tuanya. Aku menghela nafas mengeluhkan cuaca hari ini pada Wati, kulihat dari bayangan kaca Wati hanya mengangkat kepalanya tanpa menanggapi. Nampaknya udara  yang panas juga berpengaruh pada berkurangnya tenanga, bahkan untuk sekedar bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam makan siang tadi, aku menyantap seporsi mie di warung Mie Shamie yang letaknya di Jalan Batu Putih. Di warung Mie Shamie sebenarnya juga menyediakan nasi tim, nasi goreng  dan mie goreng, tapi siang-siang begini mie pangsitnya menerbitkan air liurku. Walau hanya mie dengan potongan sawi dan pangsit, tapi itu sudah membuat perutku cukup kenyang. Buatku, makan siang tidak perlu nasi dan lauk-pauk, mie, gado-gado atau soto juga oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dewiii… ada Cinta tuh” Setya berteriak memanggilku dari ruangannya. Dia melihat mobilnya Cinta parkir di halaman kantor. Dari ruangan Setya memang bisa terlihat mobil yang keluar-masuk dari areal kantor. Aku melirik jam di dinding, sudah menunjukan pukul setengah enam sore, tak terasa waktu memang cepat berlalu. Sedari tadi aku berkutat dengan database dan beberapa laporan yang harus diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar pintu depan dibuka dan langkah-langkah yang mendekati ruanganku. Sengaja aku tidak menyambut Cinta, dia sudah familiar dengan lingkungan kantorku juga teman-temanku. “Hey Dewi... “ aku yang masih konsen dengan menatap laptop-ku tiba-tiba dikejutkan dengan kecupan bibir Cinta yang mendarat di pipiku. Aku terkejut dan langsung melihat ke arah pintu, takut-takut ada yang lewat dan lihat. Cinta hanya tersenyum jahil, “Ga ada siapa2 kok, cuma ada setya di ruangannya” Cinta setengah berbisik “…abis sayang sibuk terus sich” dia cemberut manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rangkul pinggangnya dan memberi pelukan kecil.&lt;br /&gt;“Sebentar lagi ya Beib, ini lagi nanggung nih“ kataku sambil menunjuk ke layar laptop dan kembali konsentrasi dengan kerjaanku.&lt;br /&gt;“Uuugh…, aku ke ruangan Setya aja ah… di sini dicuekin, awas lho you owe me one” Aku tersenyum menanggapi ancamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kemudian beranjak ke ruangannya Setya. Sekitar setengah jam aku menyelesaikan pekerjaanku, rasanya puas sudah. Aku membereskan meja dan mematikan lampu, lalu berjalan ke ruangan Setya.&lt;br /&gt;“Ayo ah, pulang yuk” ajakku pada mereka. Cinta dan Setya sepertinya sedang asik memperbincangkan sesuatu, diam sesaat dan tertawa. “…ih kenapa? Ada apa?” tanyaku keheranan.&lt;br /&gt;“Tidak ada apa-apa Sayang” Cinta kemudian memberikan pelukan kecil.&lt;br /&gt;“Kalian mau kemana?” Setya bertanya.&lt;br /&gt;“Pulang ke kontrakan, beli makan dulu, bungkus trus pulang, ayo kamu mau pulang sekarang ndak?” tanyaku. Setya kemudian tampak bingung&lt;br /&gt;“Mmm.. gimana ya? Ya udah aku pulang sekarang deh, aku juga sudah lapar” kata Setya sembari membereskan meja kerjanya. Cinta sudah menempel manja padaku, aku rasa dia lagi kangen, aku pun merasa hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta menyetir mobilnya dengan tenang, lalu singgah sebentar untuk membeli makan, ikan bakar dan lalapan. Sesampainya di kontrakan. Arif bergabung dan kita pun bersantap dengan lahap. Seusai santap malam, Setya, Arifah, Aku dan Cinta duduk-duduk di depan Televisi. Sambil bersantai, tertawa kita bergantian mengomentari iklan, sinetron dan semua acara TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada jam 9 malam, Arifah sudah mulai tampak kelelahan, Setya juga sudah mulai menunjukan kantuknya. Sisa Aku dan Cinta yang masih duduk di depan TV. Selepas Setya dan Arifah pamit untuk ke kamarnya masing-masing, suasana di depan TV mulai sepi. Aku masih menatap acara dengan seksama dengan duduk di lantai dengan kaki selonjoran, kalau sudah begini  mataku tak akan  bisa lepas, apalagi kalau sudah ada acara yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang tadinya duduk di atas kursi, mulai mendekatiku. Tiba-tiba duduk di pangkuanku.&lt;br /&gt;“Asik bener?” katanya sambil sengaja menghalangi pandanganku ke TV. Aku senyum merangkulnya masih mencari-cari celah untuk tetap menonton. Cinta mengecup bibirku, aku jadi kaget, dan mata kami bertatapan.&lt;br /&gt;“Hey, nanti diliat Setya atau Arifah lho” kataku khawatir. Cinta tertawa geli, memelukku dan menyandarkan kepalanya ke bahuku. Aku rasakan degupan jantungnya seiring dengan nafasnya, begitu teratur. Aku rasakan kedamaian cinta.&lt;br /&gt;“Sayang, ke kamar yuk kamu ga cape?” Cinta berbisik pas ditelingaku, yang membuat bulu kudukku berdiri.&lt;br /&gt;“Ayuk, kamu mau mandi dulu ga, Baby?” Aku tanya padanya. Dengan anggukan kecil sambil tersenyum Cinta menjawab “Mau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku mandi, aku masuk kamar yang sudah dinyalakan AC-nya. Cinta sudah berbaring membuka-buka majalah musik yang tergeletak di rak bukuku. Aku duduk di sampingnya, membelai rambutnya. “Kayaknya seru banget Beib?” kataku tersenyum menatapnya.&lt;br /&gt;Sambil mendongakkan kepalanya Cinta berkata, “Sayang, aku mau dong dinyanyiin, lagu ini ni... “ dia menunjukan satu halaman lirik dan kunci gitar dari lagu-nya Craig David “Unbelievable”.&lt;br /&gt;Dengan kening berkerut, aku bilang “Aku ga bisa Beib kalau lagu ini, susah digitarnya” tapi aku beranjak juga mengambil gitar kesayanganku di sudut kamar.&lt;br /&gt;“Yaach sayang, ini kan lagu buat sayang… &lt;i&gt;but you came and you change my whole world now, Now I see what love means. Its so unbelievable and I don’t want to let it go. The sun is so beautiful, throwing down like a waterfall, I feel like you’ve always been, forever a part of me, and its so unbelievable, to finally be in love, somewhere I’d never thought I’d be..&lt;/i&gt;” Cinta bersenandung sedikit. Suaranya mengalun halus, oh aku benar-benar jatuh cinta padanya, senandungnya membuat hatiku berdebar.&lt;br /&gt;Kukecup keningnya, “Makasih Baby, gimana kalau aku nyanyikan yang lain saja.. “ Ku tunjukan halaman lagunya Club Eighties yang berjudul Dari Hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai membaca tablature dan memetik gitar dan bernyanyi dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Andai engkau tahu&lt;br /&gt;Bila menjadi aku&lt;br /&gt;Sejuta rasa dihati&lt;br /&gt;Lama tlah kupendam&lt;br /&gt;Tapi akan kucoba mengatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku ingin kau menjadi milikku&lt;br /&gt;Entah bagaimana caranya&lt;br /&gt;Lihatlah mataku untuk memintamu&lt;br /&gt;Ku ingin jalani bersamamu&lt;br /&gt;Coba dengan sepenuh hati&lt;br /&gt;Ku ingin jujur apa adanya&lt;br /&gt;Dari hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini engkau tahu&lt;br /&gt;Aku menginginkanmu&lt;br /&gt;Tapi takkan kupaksakan&lt;br /&gt;Dan kupastikan&lt;br /&gt;Kau belahan hati bila milikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarilah bersamaku dengan bintang-bintang&lt;br /&gt;Sambutlah diriku untuk memelukmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menyanyi tidak lepas mataku memandang Cinta  yang tersenyum, pipinya merona merah dan mata yang berkaca-kaca. Seusai lagu itu, Cinta mengambil gitar dari pangkuanku dan  menaruhnya di sisiku lalu bergerak merangkulku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, lagu itu mengantarkan aku dan Cinta ke dalam ciuman penuh rasa. Sesekali dia dan aku saling membisikan kata cinta. Kita pun terbuai terbang mengepakkan sayap cinta ke dunia yang lembut, dunia yang penuh kenyamanan, kehangatan, di mana yang ada di sana hanya ada aku dan Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-8541692507690965713?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/8541692507690965713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=8541692507690965713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8541692507690965713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8541692507690965713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-18.html' title='Day 18'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-6579155930986375432</id><published>2007-05-02T10:13:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T10:14:19.453+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 17</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Baby, ada di mana?” Tanyaku lewat telepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Bentar Sayang, aku parkir mobil dulu, aku sudah sampai di tempat parkir nich” kata Cinta yang terdengar terputus-putus, mungkin karena &lt;i&gt;signal&lt;/i&gt; tempat parkir yang di &lt;i&gt;basement&lt;/i&gt; itu. Hari ini, aku dan Cinta berencana untuk bertemu untuk makan malam sama-sama di MTC (Makassar Trade Centre). Aku menunggunya di stand es krim McDonalds yang di lantai 1. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Hey” Cinta mengejutkanku dari arah belakangku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Hey Baby” kecupan pipi kanan dan kiri disertai pelukan hangat selalu menjadi awal pertemuan kami berdua. Aku menggandeng tangannya naik &lt;i&gt;eskalator&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Aku dengan pakaian kantorku, celana hitam, kaos panjang abu-abu, sepatu sendal coklat dan tas selempang coklat. Rambutku diikat rapi meski tidak begitu panjang. Cinta hari itu mengenakan jeans dan kaos kerah putih, sendal hak sedang dan tas kecil bertali yang dia gantung di bahunya. Rambutnya tergerai indah. Selagi naik &lt;i&gt;eskalator&lt;/i&gt;, kita berpandangan dan tersenyum. Aku dengan bahagia menggandeng tangannya. Aku sadar mungkin ada beberapa pengunjung lain yang memandang dengan sedikit tatap aneh, tapi aku mencoba bersikap biasa. Mereka paling hanya berasumsi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Kami menaiki beberapa &lt;i&gt;eskalator&lt;/i&gt; menuju &lt;i&gt;food court&lt;/i&gt; di lantai 4. Lantai per&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai kita lalui dengan santai. Aku menunjukan beberapa &lt;i&gt;counter&lt;/i&gt; tempat aku beli DVD bajakan, tapi sepertinya sedang ada razia, sehingga semua toko DVD tutup. Aku juga menunjukan beberapa toko penjual HP yang penjaganya sering aku kecengin. Cinta mencubit-cubit lenganku dengan tampang cemberut yang dibuat-buat, tanda cemburu. Kita tertawa bersama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sesampainya di &lt;i&gt;food court&lt;/i&gt;, aku mengajak Cinta berkeliling. Beragam makanan ada di &lt;i&gt;food court&lt;/i&gt;. Ikan bakar, kapurung (makanan khas daerah Palopo, yang terbuat dari sagu), bubur &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;manado&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, coto, ayam penyet, mie pangsit, pempek dan banyak makanan lainnya. Aku memilih makan nasi dan ayam penyet. Sementara Cinta memilih makan bubur &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;manado&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kami memesan, membayarnya di kassa dan menunggu pesanan datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Baby, tau ga di sini juga ada lho butcy-butcy kumpul” Aku berbisik di telinganya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Oh ya?” Cinta terbelalak, dan mulai melihat-lihat disekitarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Uuuuugh, nyebut bucthy langsung deh doyan” Aku menggerutu cemburu. Cinta hanya tersenyum dan membisikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Kamu yang aku mau sayang, bukan yang lain”. Sesaat bulu kudukku berdiri, merinding karena sensasi bisikan Cinta membuat sengatan listrik itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Saat makanan tiba, kami menyantapnya dengan lahap. Tiba-tiba lewat di hadapanku sekelompok perempuan yang aku sindikasi mereka sama denganku. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; 4 orang, 3 di antaranya menggunakan jeans, kaos, sepatu kets dan aneka warna rambut dan bentuknya. Satunya lagi anggun dengan rok &lt;i&gt;babydoll&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;blouse&lt;/i&gt; putih berenda-renda, rambutnya terurai dengan bandana pink. Terlihat dari cara mereka berjalan dan bertatap. Gaydar (gay radar) ku seakan menyala. Aku menyikut kecil lengan Cinta, dan memberi isyarat kecil ke arah sudut &lt;i&gt;food court&lt;/i&gt;. Cinta pun mengangkat kepalanya, dan ikut melihat apa yang aku lihat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Tanpa sadar kami berdua memandang lekat ke arah mereka, dan salah satu dari mereka menyadarinya. Aku mulai tersadar ketika kesemuanya akhirnya bertatapan dengan kita berdua. Seolah-olah memberi kode tanpa suara “Eh ada yang L juga, hai”. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang tinggi dan agak kurus mengedipkan matanya ke arah Cinta. Aku kemudian memelototi perempuan itu. Cinta hanya cekikikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Kamu cemburu ya Sayang?” Cinta menggodaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Engga, hanya ga sopan aja, bini orang dilirik-lirik” Aku berkata dengan ketus. Cinta masih tertawa kecil sembari menikmati bubur manadonya. “Yang, mau coba ga nich” Cinta menyendok buburnya dan menyuapi aku. “Enak &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;?” Aku mengangguk. Sebenarnya aku tau itu enak, hanya menjadi sangat enak disuapi Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Baby, coba deh ayamnya enak” aku tunjukan ayam penyetku yang tinggal separuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Suapiin dong..” Cinta merengek manja. Aku pun menyuapinya dan Cinta tersenyum puas. Aku juga tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“I- Love-you” aku menggerakan mulut tanpa suara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Apa ‘Yang? Apa…?” Cinta menyahut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Ga jadi ah, ga denger, biarin” Aku membuang tatap, pura-pura kesal. Cinta mencubiti aku dan tangannya di taruh diatas pahaku, dan membisikan “I love you so, very much too”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Edited By Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-6579155930986375432?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/6579155930986375432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=6579155930986375432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6579155930986375432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6579155930986375432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-17.html' title='Day 17'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-3586589316399497541</id><published>2007-05-01T10:11:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T10:12:42.386+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 16</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Pekerjaanku semakin terasa lebih ringan. Mungkin karena aku begitu bahagia memiliki seseorang yang aku cintai. Hari ini aku mendengarkan lagu-lagu cinta. Rasanya setiap lirik lagu cinta menggambarkan hatiku saat itu. Dari mulai lagu Craig David yang Unbelievable, sampai lagunya Tofu yang berjudul Takkan. Aku ingin mengajak Cinta ke tempat karaoke dan menyanyikan lagu-lagu ini di hadapannya. Menyampaikan isi hatiku lewat lagu bahwa hanya dialah yang kusayangi saat ini dan semoga sampai nanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Setelah beberapa pekerjaan kuselesaikan, aku &lt;i&gt;blogwalking&lt;/i&gt;. Pindah-pindah dan membaca tulisan-tulisan orang lain. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt; yang kerap kukunjungi, bercerita tentang kehidupan dengan pasangannya, baik itu yang &lt;i&gt;straight&lt;/i&gt; atau pasangan lesbian. Aku juga menyempatkan menjenguk angingmammiri.org untuk melihat berita-berita baru. Lalu berkunjung ke &lt;i&gt;blog-blog&lt;/i&gt; anggota angingmammiri.org. Kusempatkan juga ke forum satupelangi.com, biasanya ikut &lt;i&gt;posting-posting&lt;/i&gt; lucu yang gak penting, sekedar hiburan. Banyak bahasan tentang &lt;i&gt;relationship&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; banyak hal. Aku banyak belajar dari situs-situs tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Hari ini Cinta sedang menjemput ibunya keluar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, aku hanya bisa sebatas sms dan telepon. Rindu selalu melanda setiap harinya, beginilah rasanya sedang jatuh cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Edited By Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-3586589316399497541?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/3586589316399497541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=3586589316399497541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3586589316399497541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3586589316399497541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-16.html' title='Day 16'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-6153258751472474719</id><published>2007-04-30T10:06:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T10:10:44.724+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 15</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Senyumku pada mentari pagi, senyumku pada penjaga wartel di depan kosanku yang akan kutinggalkan hari ini, senyumku juga pada Setya yang terheran-heran melihatku begitu ceria. &lt;i&gt;Handphone&lt;/i&gt;ku berbunyi singkat, pertanda sms masuk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Sayangnya Cinta, hati-hati di jalan ya, nanti kalau sudah sampai kantor sms ya, miss you honey”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;ms dari Cinta semakin membuat senyumku sumringah, lebar dan bahagia sekali. Rasanya ingin menari-nari, mengikuti irama hati yang sedang bersenandung,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“&lt;i style=""&gt;L is for the way you Look at me,&lt;br /&gt;O is for the only One I see,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;V is very very extraordinary,&lt;br /&gt;E is even more than anyone that you adore,&lt;br /&gt;and LOVE is all I can give to you,&lt;br /&gt;LOVE is more than just a game for 2,&lt;br /&gt;Two in love can make it take my heart but please don’t break it,&lt;br /&gt;cause LOVE was made for me and you&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Setya menoleh padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Ih ada apa sih kamu Dewi, senyam senyum begitu dari tadi? Seperti lagi jatuh cinta nech, hmm…sama si Cinta itu ya?” Setya melirik, sembari senyum nakal. Aku langsung terdiam, kaku, gugup. Jantungku berdebar kencang karena aku belum siap &lt;i&gt;come out&lt;/i&gt; pada teman-temanku, aku takut dikucilkan, didiskriminasikan dan dihindari. Setya mendekatkan kepalanya pada telingaku seraya berbisik “…tenang, aku berpihak padamu, aku juga kok” Setya tersenyum puas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Mukaku memerah, pikiran berkecamuk jangan-jangan Setya juga suka sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Kamu suka Cinta juga Set?” Tanyaku, dengan langkah yang terhenti. Hari ini memang aku dan dia jalan kaki ke kantor. Setya langsung terbahak-bahak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Hiii ketauan kamu suka sama Cinta” Setya mengejek. Aku semakin tegang, menelan ludah, aku merasa dijebak. Setya masih tertawa terbahak-bahak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Ayo jangan berhenti, jalan terus”. Aku melangkah perlahan di belakang Setya. Setya masih tertawa sedikit tertahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Dewi…Dewi, Cinta memang cewek yang cantik, supel, dan manis. Lelaki manapun pasti suka padanya, hanya aku salah satu yang tidak tertarik padanya, karena aku lebih tertarik dengan…“ dia berhenti bicara, tapi kita tetap melangkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Dengan siapa?” sergahku heran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Setya kemudian mengeluarkan HPnya, dia memencet beberapa tombol dan memperlihatkan sebuah foto. Foto lelaki yang cakep, ganteng, gagah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Sama orang ini…” Setya tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Seketika, aku menoleh pada Setya, dan mencubitnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“I thought so, &lt;i style=""&gt;gaydar&lt;/i&gt;ku dah jalan sebenarnya dari kemaren-kemaren tapi belum yakin aja” aku melengos masuk kantor duluan setelah Setya yang membukakan gerbang. Setya masih tersenyum-senyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Jadi, kamu bagaimana dengan Cinta?” Setya masih penasaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Aku udah jadian dong, kemarin” Aku menjawab dengan bahagia. Akhirnya aku punya temen curhat yang tidak ada men&lt;i&gt;judge&lt;/i&gt; aku, karena aku seorang yang berbeda dari kebanyakan perempuan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Aku kemudian masuk ruanganku dan membalas sms Cinta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyText"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Baby, aq sudah sampai kantor dan mau mulai kerja. Aq kangen sama kamu. Baby have a wonderful day ya di toko, missing you so much“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sore itu, Setya dan Aku, pulang lebih awal, izin sama bos karena mau pindahan. Kami bergerak ke kosan lama dan menyewa mobil bak terbuka untuk mengangkut semua barang ke rumah kontrakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Saat kumandang adzan Maghrib terdengar, Arif tiba dengan keluarga sepupunya yang juga seorang ustadz untuk mendoakan keselamatan rumah kami. Ciri khas &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt; bila pindahan rumah adalah membuat kue onde-onde. Kue bulat-bulat kecil hijau, terbuat dari tepung ketan dicampur air daun pandan, isinya gula merah dan diberi parutan kelapa melapisi luarnya. Di pulau Jawa terkenal dengan sebutan Kelepon. Wati dan Anti juga hadir untuk melihat-lihat rumah baru kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Sekitar jam 8, semua tamu sudah pulang, tinggal kami bertiga. “Assalamu’alaikum..” Aku mendengar ketukan di pintu luar. Suaranya sudah sangat aku kenal, my beloved tentunya. Bergegas kubukan pintu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Wa’alaikumsalam..hai Baby” Aku mengecup pipi kanan dan kiri, memberinya pelukan hangat kecil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Maaf ya Yang aku telat.. “kata Cinta dengan sedikit menyesal. Sebenarnya dia sudah memberitahu lewat sms, katanya dia mesti menutup toko karena ibunya sedang keluar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Siapa ya?” Setya bertanya dari dalam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Aku Set” Cinta menjawab. Aku dan Cinta bertukar pandang, mengisyaratkan kalau Setya sudah tau Cinta dan aku menjadi &lt;i&gt;couple&lt;/i&gt;. Aku sudah memberitahukannya juga siang tadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Ayo masuk Cin” Arif ikut menyahut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Ya udah, temans, aku mau ajak Cinta berkeliling dulu ya, terus aku mau bereskan kamar, Yuk Cin” Aku mengajaknya dengan nada datar, aku harus menjaga supaya Arifah tidak curiga. Aku belum &lt;i&gt;come out&lt;/i&gt; pada Arifah. “Nah di lantai satu ini ada kamar mandi, dapur dan meja makan…”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku menunjukkan bagian ruangan kami, Cinta mengangguk. “…di lantai dua, ada kamarku dan kamar Arifah. Di lantai 3 ada kamarnya Setya dan tempat cucian.” Cinta mengedarkan pandangan melihat-lihat sekeliling. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Aku lalu mengajak dia ke kamarku yang masih berantakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Ayo Sayang, kita bereskan ini” kata Cinta semangat, dia sudah mulai bergerak memasukan baju ke dalam lemari. Aku garuk-garuk kepala, tanda kurang setuju, aku ingin santai dulu dan melepas kangen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Nanti aja deh Beib…” jawabku malas. Aku peluk Cinta dari belakang. “Aku &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kangen ma kamu Baby” kataku padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Cinta hanya melirik dan melepaskan diri “Ayo, bereskan dulu ini Sayang” Cinta berbalik dan mengecup hidungku. Dengan enggan aku mulai mengeluarkan barang-barang dan menyusun di rak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Eh ini jangan disini dong sayang, ga rapi” Cinta bergerak membereskan kembali semua. Dia bergerak lincah, ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ke mari mengatur ruangan. Dalam sejam kamarku sudah tersusun lumayan rapi. Kamarku kecil, jadi aku memang tidak menaruh banyak barang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Aku mengangsurkan segelas air putih “Baby, minum dulu ni” Cinta pun meneguk habis air itu. Aku duduk selonjor, bersandar pada tempat tidur, melepas lelah. Cinta duduk di sampingku, kemudian menyandarkan kepalanya pada bahuku. Aku meraih tangannya dan aku pegang erat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“I miss you, you know” Aku setengah berbisik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Apa Sayang?” Cinta tanya. Aku tahu dia mendengar ucapanku, dia hanya pura-pura tidak dengar. Aku menoleh dan menatap wajahnya yang indah di hadapanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“I miss you Baby”. Matanya dan mataku bertatapan, matanya seolah-olah membelai hatiku, begitu teduh. Sejenak aku ingin mengecup bibirnya, tapi aku belum berani. Cinta hanya tertawa kecil. “Ihh..” Aku cubit hidungnya dengan gemas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;HPnya Cinta berbunyi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Halo, Assalamu’alaikum, Ayah? Iya, masih di rumah teman, ini baru mau pulang, bentar lagi ya yah.” tampaknya ayahnya yang sudah mengecek keberadaan Cinta yang belum tiba di rumah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“Sayaang…, aku harus pulang dulu nich, Ayah udah nanyain” Cinta berdiri dan beranjak mengambil tasnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Aku memeluknya erat, berat untuk melepaskannya dan kami saling bertatapan lagi, begitu dekat, mukaku dan mukanya. Aku bisa merasakan nafasnya, dan nafasku seiring, terpacu, seperti ada aliran listrik yang mengalir di tubuhku dan tubuhnya. Cinta kemudian mengecup dahiku, dia melepaskan diri dari pelukanku dan beranjak menuju pintu. Aku beranikan diri, menaruh tanganku di atas tangannya yang sudah memegang gagang pintu, menahan waktu sesaat. Cinta menoleh ke arahku dan perlahan kuberanikan diri mengecup bibirnya yang tipis itu. Sesaat, kami terbuai dengan ciuman pertama yang penuh kelembutan rasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;“I Love you too, Honey” dia terseyum malu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Edited By Bening]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-6153258751472474719?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/6153258751472474719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=6153258751472474719' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6153258751472474719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6153258751472474719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-15.html' title='Day 15'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-3099015383622277029</id><published>2007-04-29T10:03:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T10:05:39.282+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 14</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Dewi… “ terdengar ketukan di luar kamar. Aku masih dalam di atas kasur. Kepalaku berat, aku tidur larut semalam. Susi menelepon dan aku cerita banyak hal tentang Cinta. Dia sendiri juga memiliki beragam masalah dengan pacarnya yang mendua. Aku juga sambil mencoba untuk &lt;i&gt;packing&lt;/i&gt; isi kamarku secepatnya, karena besok akan dipindahkan ke rumah kontrakan baru. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku lihat jam dinding yang masih tergantung di tembok. Sudah jam 9, aku samar-samar masih dengar ketukan. “Dewi.. Wi.. Dewi..”. “Iyaa.. iyaaaa… “ jawabku menjawab panggilan Setya di luar. Aku masih pakai daster tidur, mengucek-ngucek mata, jiwaku masih setengah melayang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setya memang lebih rajin dari aku. Bangun pagi, dan mandi pagi. Sementara aku biasanya telat dalam hal apa saja. Ketika kubuka pintu, Setya berdiri di depan pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kamu tu yaa, tidur apa pingsan?” dia menyeletuk &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Uuh.. apa sich, aku &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tidur jam tigaan, beresin kamar” aku menggerutu manja berbalik menuju kasur kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ini ada yang dari tadi mau ketemu kamu” Setya menyentak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Duh sapa siiich…pagi-pagi gini“ aku membalikan badan dan aku benar-benar kaget. Cinta! “Eh.. “ aku gugup dan Cinta sudah berdiri di situ, di dekat Setya. Dia menggunakan celana jeans, kaos putih, rapi dan cantik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ihh…, jam segini baru banguuun... “ Cinta menggodaku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh.. “ itu sudah eh-ku yang kedua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setya masih berdiri di luar “Eh, eh, mulu, ajak masuk dong... “ Setya kemudian mempersilahkan dirinya sendiri masuk ke kamarku. Aku kadang heran, Setya selalu rapi dan wangi dalam kondisi apapun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cinta, sementara itu, masih bersender di pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh, masuk Cin, masuk, sorry aku belum mandi nich” aku kemudian berhenti dan teringat “…lho, &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; kita janjian ketemu di Karebosi jam makan siang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?” Aku terheran-heran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Iya, aku tau, aku coba telp kamu dari pagi, tapi ga aktif, aku ingin bantu kamu &lt;i&gt;packing&lt;/i&gt;, beresin buat pindahan” dia tersenyum. Aku langsung meraih Hpku. Benar saja Hpnya mati, habis batre, maklum semalam Susi ga tanggung-tanggung menelepon lama banget. “…semalam aku coba menelepon kamu tapi selalu nada sibuk, kamu telepon-teleponan ma sapa?” Cinta bertanya, sedikit terdengar nada cemburu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Iya, ampe kedengeran sejagad raya tuch” Setya menyeletuk. Aku melotot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke arah Setya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; temanku, Susi, biasalah…” sambil kucuri-curi pandang wajahnya Cinta yang sepertinya hilang keceriaannya. “…nanti aku ceritakan Cin” kataku pada Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Udah ya, aku juga mau mulai beres-beres barang di kamarku” setelah pamit, Setya kemudian sudah menghilang di balik pintu. Kututup pintunya, dan kuraih handuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh, aku mandi dulu ya Cin, kalau mau nonton TV ini &lt;i&gt;remote&lt;/i&gt;nya, maaf tempatnya berantakan” aku langsung menyambar handuk dan bergegas masuk kamar mandi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kamarku memang sudah seperti kapal pecah, semua sudah aku keluarkan tinggal dimasukan ke dalam kardus-kardus yang sudah aku siapkan untuk pindahan. Beberapa barang masih kusisakan di luar kardus, karena masih aku pakai untuk dua malam ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku keluar kamar mandi sudah rapi, aku menggunakan jeansku dan kaos abu-abu pemberian Susi. Kulihat Cinta sedang membolak balikan buku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Itu punya temanku, bagus deh, romantis” kataku. Buku yang dipegang itu berjudul “Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan”, pengarangnya Ernest j.k.Wen. Novel yang mengisahkan dua remaja perempuan yang jatuh cinta di asrama sekolah, serta perjuangan mereka untuk kembali bersatu, setelah banyak yang mencoba memisahkan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku pernah dengar tentang buku ini” Cinta menatapku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Oh ya, tapi sekarang sudah tidak ada dipasaran, sudah langka, kamu sudah baca?” kataku. Cinta menggelengkan kepala. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Belum, boleh pinjam?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Yaa boleh lah, tapi kembalikan ya, karena itu bukan punyaku, punya temanku..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Susi?” Sergah Cinta, ada nada kurang suka di balik suara itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Bukan, itu punya temanku satu lagi, Icha” kataku cepat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Icha?!” dia menghela nafas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Tenang-tenang, Icha itu sudah aku anggap kakakku sendiri” Aku sempat bingung sendiri, koq aku berkata ‘tenang-tenang’, kenapa juga aku perlu menjelaskan pada Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ya udah, yang mana nih yang mau ditaruh di kardus” Cinta mengalihkan pembicaraan. Aku menunjukan beberapa barang. Sesaat kemudian suasana hening, tak ada yang bicara, hanya suara barang-barang di masukan ke dalam kardus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku merasakan getaran yang amat kuat setiap kali badanku dan Cinta bersentuhan karena mengambil barang, rasanya seperti sengatan listrik dengan &lt;i&gt;voltase&lt;/i&gt; tinggi. Ketika mata kita beradu, sepertinya ada sesuatu yang menyesakan dada, dan langsung saling membuang pandangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ouch… uuuh…” Tiba-tiba Cinta menjerit kesakitan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ya ALLAH, kenapa Cin?” Aku menghampirinya. Jarinya terluka, ada goresan kecil tapi sepertinya cukup dalam karena mengeluarkan darah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku cepat-cepat mencari Betadine, kembali aku merogoh-rogoh kardus berisi obat-obatanku karena sudah kumasukkan tadi malam. Kuteteskan ke kapas dan ku taruh di atas lukanya perlahan. Dia meringis menahan perih. Kupegang jemarinya dan wajah kami berdekatan saat itu, aku bisa merasakan nafasnya di wajahku yang menunduk mengobati luka di jarinya. Jantungku berdebar tidak karunan sampai terasa mau jatuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Dewi… “ Cinta berbisik. Aku mengangkat daguku, wajahnya hanya sekian setimeter dari wajahku. Matanya beradu dengan mataku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh, Ya…” aku menyahut tergagap. Matanya sepertinya sedang mencari sesuatu di mataku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Mmm, ga jadi deh.“ dia kembali menunduk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Don’t…” tanganku spontan meraih dan mengangkat dagunya. “..I can’t stand this any longer, the passion is too tensed to handle, I can’t hold it any longer..” Aku kalau sudah serius keluar &lt;i&gt;inggris&lt;/i&gt;ku. Matanya dengan benik coklat indah itu menatapku dan dia mengangguk. Aku membelai pipinya.“…Cinta, I have feelings for you that I can’t describe, I don’t know…” Cinta menaruh telunjuknya di bibirku dan menggelengkan kepalanya, mengisyaratkanku untuk berhenti bicara. Cinta mendekatkan tubuhnya ke tubuhku dan memeluk tubuhku sepenuh hati, kepalanya bersandar pada bahuku, sedikit ragu kurengkuh tubuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku sayang kamu Dewi” bisiknya pelan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku juga sayang kamu, Cinta” kukecup pipinya dengan lembut, kemudian kukecup dahinya. Aku dan cinta kembali larut dalam pelukan erat, rasa nyaman itu menyelimuti hatiku, rasa nyaman itu tidak ingin aku lepas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-3099015383622277029?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/3099015383622277029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=3099015383622277029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3099015383622277029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3099015383622277029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-14.html' title='Day 14'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-8896032559733246429</id><published>2007-04-28T10:00:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T10:02:55.017+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 13</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Pagi-pagi aku bersemangat untuk membantu Cinta merapikan stand tokonya di Pameran Pembangunan yang diadakan di Karebosi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Tokonya Cinta bekerja sama dengan beberapa toko busana lainnya untuk menampilkan berbagai busana tradisional setempat, Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Dari mulai kain Sutra Sandar, baju Bodo’, sampai Songko Tobone atau Songko Pamiring atau Songko’ Recca (topi / kopiah lelaki). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Toko busana lainnya itu, masih milik kerabat dekat Cinta, ada yang punya om dan tantenya. Semalam Cinta bercerita bahwa sudah banyak orang yang membantu men-&lt;i&gt;setup&lt;/i&gt; tempat, tapi aku tetap ingin bertemu dengan Cinta, aku berasa seperti magnet kutub utara dan Cinta adalah kutub selatannya. Rasanya ingin nempel terus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Pagi-pagi sudah rapi, dengan pakaian favoritku, jeans biru tua, kaos hitam ku yang bertuliskan “Angingmammiri.org, Komunitas Blogger Makassar” di belakangnya tertulis “I’m Blogger”. Aku mengikat rambutku yang hanya sebahu itu, biar terlihat rapi. Aku ingin memakai topi, tapi terlalu kelaki-lakian, akan menarik perhatian banyak orang, apalagi aku akan bertemu dengan saudara-saudaranya Cinta. Harus tetap memberikan &lt;i&gt;impresi&lt;/i&gt; yang terbaik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Lapangan Karebosi, atau Nol Kilometernya Makassar, adalah tempat berbagai aktifitas olahraga, kadang juga seni. Lapangan ini cukup besar, digunakan beramai-ramai. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; berbagai lapangan, dari lapangan basket, sepak bola sampai &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; lari yang ada di lingkaran luar lapangan berumput hijau. PSM (Persatuan Sepakbola Makassar) berlatih di sini, ada juga sekolah sepakbola untuk anak-anak, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Football&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;School&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;, yang telah memenangkan berbagai kejuaraan se-Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Tenda-tenda besar berada di satu ujung lapangan, dekat pintu utama, yang disambut dengan patung Pa`Raga dan patung Ramang, tokoh legendaris persepakbolaan &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;. Pagi-pagi itu sudah tampak ramai, sudah tampak stand-stand cantik, panggung-panggung yang dihias indah, dan orang-orang yang memakai beraneka kostum. Aku menelpon Cinta, ingin tau standnya ada dimana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Halo... Cin...” aku setengah berteriak ke &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;ku, karena sudah terdengar musik yang lumayan keras dari arah panggung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Dewi, aku di tenda besar 2” kudengar suaranya kecil sekali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Dimana itu?” tanganku yang sebelah sudah menutupi telingaku yang satunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Dari panggung di sebelah kanan kapal Pinishi” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku kemudian sudah mendapati, miniatur kapal pinishi di depan mataku. Kapal itu dari kayu, cukup besar ukurannya, tingginya setinggi tenda-tenda besar di sekelilingnya. Kapal yang terkenal pembuatannya di daerah Bira itu ditempatkan di tengah 4 tenda putih besar, ada kolam air yang dibuat untuk menopang kapal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kulihat Cinta, dia menggunakan baju batik yang anggun. Wajahnya begitu ayu, dengan sapuan kosmetik berwarna lembut yang membuat wajahnya semakin cantik. Keberi senyum padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Duh, cantik banget, aku jadi ga pede” ucapku malu. Aku bener-bener merasa minder dengan apa yang aku pakai, benar-benar casual, untungnya aku pakai bedak dan sediki lipstik supaya tidak terlalu pucat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Engga kok, kamu cakep, eh… cantik hihihi” Cinta cekikian dan tiba-tiba meraih lenganku untuk dirangkul, bersandar dan membawa aku keluar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Eh mau kemana? Bukannya mau merapikan stan” kataku sambil berjalan mengikuti langkahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Sudah siap semuanya kok. Ayo, kita harus mengosongkan areal ini, jam 8 Pak SBY dan YK mau membuka pameran, dan yang tidak punya &lt;i&gt;tag&lt;/i&gt; seperti itu…” dia menunjukan beberapa orang yang menggunakan kartu identitas digantungkan di lehernya “…tidak boleh ada di areal ini” Cinta melirik padaku. Dia menggunakan sepatu hak tinggi, jadi hari ini dia lebih tinggi dariku. Sementara aku hanya menggunakan sepatu sendal Nekkerman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Eh, kamu dapatkan kaos ini dari mana Say?” Dug, jantungku terhenti, Cinta baru bilang “Say” singkat dari Sayang kah? rasanya saat itu ingin loncat-loncat riang gembira. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Eh… ini…, aku dapatkan dari komunitas Blogger Makassar, teman-temanku yang tercinta yang telah menemani kesendirianku pertama kali aku ke &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;, merantau ini” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Cinta berkerut dahinya “Blogger apaan si Say?” Dug lagi, kata itu lagi yang membuat hatiku berdegup kencang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Blogger itu orang yang membuat blog, Nah blognya sendiri itu semacam jurnal &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;, diary kita yang dipasang &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;, seperti situs pribadi tapi merupakan rangkaian tulisan, bisa tulisan apa saja, aku kan punya, pernah liat &lt;i&gt;signature&lt;/i&gt; &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt;-ku kan?, tertulis di sana alamat blog ku” Cinta masih berkerut dahinya, sepertinya dia sedang mengingat kembali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Ah iya, aku pernah berkunjung ke situ, tulisan kamu menarik, makanya aku … “ Cinta terhenti. Aku yang bergantian berkerut dahi “Aku apa Cin?” Mukanya Cinta memerah, dia langsung menunduk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Karena sudah ada panggilan untuk mengosongkan areal. Kami pun bergegas keluar areal pameran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Karena memang mesti mengosongkan areal pameran, aku ajak dia makan bubur kacang hijau di sekitar Karbosi. Hari memang masih pagi, tapi kondisi sudah ramai sekali, jalan pun banyak ditutup, karena Bapak Presiden dan wakilnya akan hadir dalam acara pembukaan. Tadinya aku ingin ajak Cinta ke pantai, tapi kondisi jalan tidak memungkinkan, terlalu padat. Semua pengunjung, kecuali undangan tidak diperkenankan masuk ke areal pameran selama Presiden masih ada di dalam, untuk keamanan Presiden. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Setelah acara pembukaan usai, Bapak Presiden pun meninggalkan pameran, dan pengunjung berbodong-bondong memasuki tenda-tenda yang diberi perlengkapan AC yang besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku dan Cinta, juga ikut dalam gelombang pengunjung-pengunjung itu. Jalan-jalan, berkeliling melihat-lihat beraneka ragam makanan dan pakaian dari segala penjuru Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Eh ada permen susu” Aku menemukan stan yang menjual permen susu, ternyata stan Jawa Barat. “Aku suka banget dengan gula-gula” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Aku ga begitu suka…” Cinta mengomentari. “….aku prefer yang asem-asem pedes” dia menggodaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Aku suka pedes tapi kalau asem, ga terlalu, ga kuat di lambung. Aku suka coklat juga” aku tersenyum penuh keceriaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Aku juga suka, tapi hanya suka coklat Cadbury” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku kemudian membeli satu bungkus isi permen susu asal Pangalengan, Jawa Barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Ini cobain deh, enak” aku membukakan satu buah permen, dan menyuapkannya ke Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Mmm..enak juga, ga terlalu manis ya” Aku mengangguk dan memasukan satu permen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke mulutku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Kami pun menikmati hari di Pameran itu. Banyak hal unik dan menarik yang kami temui dan jadi bahan diskusi. Aku merasa seperti sudah sangat mengenalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-8896032559733246429?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/8896032559733246429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=8896032559733246429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8896032559733246429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/8896032559733246429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-13.html' title='Day 13'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-5627325583497106517</id><published>2007-04-27T09:54:00.000+08:00</published><updated>2007-05-09T10:00:01.530+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 12</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kita pindah Senin ya” Arifah menyeletuk pagi-pagi di kantor. Kata Arifah, hari Senin selepas magrib merupakan hari baik untuk pindah. Ternyata pemilik rumah hanya membutuhkan dua hari untuk membereskan rumah dan siap kami tempati. Berarti &lt;i&gt;weekend&lt;/i&gt; ini jadwal &lt;i&gt;packing&lt;/i&gt; untuk pindahan. Tiba-tiba teringat, aku janji untuk membantu Cinta menyiapkan tokonya yang akan buka stand di Pameran Pembangunan yang diadakan di Lapangan Karebosi. Setelah kupertimbangkan aku memutuskan untuk membantu Cinta terlebih dahulu, karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;toh barang-barangku juga tidak begitu banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah &lt;i&gt;staff meeting&lt;/i&gt; dengan bos, aku mulai menyibukan diri dengan pekerjaanku. Sekitar dua jam &lt;i&gt;full concentration&lt;/i&gt;, aku mulai terganggu dengan perutku yang terasa perih. Ketika kulihat angka di pojok kanan bawah layar komputerku, aku kaget sendiri, ternyata sudah jam 11.45. Pantas saja, ternyata sudah waktunya makan nih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;“Lady I know you’re the one for me…”&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Ringtone&lt;/i&gt; kesayanganku mengalun, kulihat di skrinnya dan tertulis “Cinta IPP Mks” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hallo…&lt;i&gt;Assalamu’alaikum&lt;/i&gt;” Kusapa Cinta dengan riang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;i&gt;Wa’alaikumsalam&lt;/i&gt;…Hallo Dew, kok ga dibales smsku tadi pagi?” Suara cinta terdengar seperti merajuk. Ow iya! Aku jadi malu sendiri, bisa-bisanya lupa membalas smsnya tadi pagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh mm…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iya sori ya Nta, tadi soalnya aku &lt;i&gt;meeting&lt;/i&gt;, terus langsung konsen kerja” sedikit tergagap aku memberi alasan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hahaha… “ tertawa renyah di seberang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; “…Ga apa apa lagi Say, kamu tuh ya sensi deh…” lanjutnya menggodaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hehehe…” aku nyengir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kamu udah makan?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Oh blum, mau bentar lagi, lapar bangets nich…” Aku mengeluh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Siang ini kamu mau makan apa?” tanya Cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Belum tau Nta, lagi pengen &lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt; tapi maleeeees banget untuk pergi ke tempat makan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;…, jadi mungkin gado-gado yang di depan saja, kamu udah makan?” Aku bertanya balik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Belum, baru aja mau pergi cari makan…“ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“&lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, rencananya mau makan apa nech?” tanyaku sambil menyandarkan punggung pada kursi kerja dan meluruskan kakiku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ga tau juga, mungkin &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;… “ terdengar suaranya yang menahan cekikikan “Uuuugh ikut-ikut deh” godaku, sedikit mencibir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Boleh dong” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hehehe iya si…,“ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh Dew, udah dulu ya, nanti aku telpon lagi” dia sepertinya terburu-buru menyudahi pembicaraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Oh ya sudah, daaaaag… hati-hati ya” kataku, sebelum memutuskan sambungan telpon. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah menggerak-gerakkan punggunggu, mengurangi kepenatan, aku beranjak mendekati Wati. “Mau makan apa, Ti?” tanyaku. Wati hanya menoleh sekilas padaku dan mengangkat bahu. Tampaknya Wati lagi asik mendengarkan musik, &lt;i&gt;earphone &lt;/i&gt;terpasang ketat, menempel di telinganya. Sulit buat diganggu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku pindah ruangan ke Arif, melanjutkan tawaran makan siang. “Makan?” tanyaku singkat pada Arif. Ternyata dia pun sedang berkutat dengan kalkulatornya, menghitung-hitung entah angka apa. Ya begitulah pekerjaan seorang staf keuangan seperti Arif, tidak bisa jauh dari angka dan kalkulator. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kudengar langkah Setya mendekatiku di ruangan Arif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Jadi mau makan apa nih?”&lt;br /&gt;Aku hanya menjawab dengan muka lurus. Seperti biasa, selalu ribet dengan pertanyaan yang berputar-putar, dan berulang-ulang tentang urusan makan siang, makan apa dan di mana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Belum ada yang memberi usulan. Tak lama Wati pun ikut bergabung di ruangan Arif. Mau tidak mau, Arif meletakkan kalkulatornya, bercanda sambil nyari ide mau makan apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hingga terdengar suara pintu diketuk dari luar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh ada tamu tuh… “ kataku pada Setya, memberikan sinyal supaya dia melihat siapa yang di luar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setya beranjak membuka pintu depan, sejenak kemudian dia berbalik ke arah kami.“Dewi, ada yang nyari kamu tuch” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Siapa?” Kataku sambil melihat keruang tamu. Senyum manis itu familiar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hey Cinta… “ Kusapa dia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hi, ini aku bawakan &lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;, makan siang yang kamu mau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Aku bawakan nasi bungkus &lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt; ada 7 bungkus, buat teman2mu juga” Sambil memberikan satu kantong pelastik yang berisi 7 bungkus nasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Aku sampai kaget .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Wah aku sampai speechless nich.. makasih ya..” kataku mukaku memerah. “&lt;st1:place st="on"&gt;Rif&lt;/st1:place&gt;, Set, Wat.. ada kiriman makan siang nih” teriaku pada teman-temanku. “Kamu udah makan?” aku tanya, dia malu-malu bilang belum, kemudian mataku menangkap matanya, getaran yang tak tampak itu mengalir dari matanya, ke mataku, kemudian ke hatiku dan menghasilkan senyuman yang penuh arti. “Makan sama-sama yu” aku kemudian mengajaknya ke dapur, tempat untuk makan siang. “Eh jadi lupa mau dikenalin sama teman-temanku” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku pun mengenalkan teman-teman kantorku pada Cinta kemudian kami makan siang sama-sama. Cinta begitu luwes, dia bisa langsung ngobrol dengan teman-teman kantorku. Aku sibuk dengan makananku dan melihat mereka berbagi cerita. Entah mereka curiga atau tidak, bahwa aku menyukai Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Menyukai” aku sempat terdiam. Aku mencuri-curi untuk menatap Cinta, hatiku berkata ‘Lebih dari menyukai… Aku …’. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hey… Dewi kenapa kamu ngeliatin Cinta seperti itu?“ Tiba-tiba Wati nyeletuk. Aku sempat terkaget-kaget, tiba-tiba seisi ruangan memandangku dan sama-sama tertawa melihat kekonyolan dan polosnya mukaku yang memadang Cinta, sambil mengunyah nasi. Cinta pun tersenyum-senyum. Aku cepat-cepat menunduk dan menghabiskan nasi yang di mulutku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hehe engga kok, ga kenapa-napa, hanya tadi kan Cinta lagi cerita-cerita, aku mendengarkan secara seksama”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Uuuu… “ teman-temanku meledek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku punya rasa mereka pun curiga dengan aku dan tau bagaimana perasaan ku pada Cinta. Sementara Cinta, apakah dia merasakan hal yang sama?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;[Edited By Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-5627325583497106517?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/5627325583497106517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=5627325583497106517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/5627325583497106517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/5627325583497106517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-12.html' title='Day 12'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-5393087655121822949</id><published>2007-04-26T10:16:00.000+08:00</published><updated>2007-05-01T10:19:06.986+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 11</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Ternyata Arif dan Setya tidak jadi pergi melihat-lihat rumah kemarin sore. Mereka mengajaku untuk ikut pergi sore ini. Mungkin memang baiknya kami cari bersama. Aku menurut saja, berhubung hari ini Cinta juga sedang pergi keluar &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;, membeli kain-kain Sutra Mandar di daerah Polewali Mandar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Aku sendiri pernah ke Polewali, Pare-pare dan Toraja. Meski masing-masing memiliki kesibukan sendiri, tapi SMS tetap jalan terus, tadi malam pun masih sempat bertelepon ria. Aku terpikir untuk membeli telepon CDMA saja karena tentunya lebih murah untuk berkomunikasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sore itu, perburuan rumah pun dimulai. Rumah pertama pertama terlalu besar untuk ditempati bertiga, ongkosnya terhitung cukup mahal juga, letaknya di sekitar Mapanyuki. Rumah yang kedua, letaknya di Cendrawasih, tapi setelah didiskusikan bersama, rasanya kurang nyaman dengan lingkungan sekitar apalagi rumahnya juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membutuhkan banyak renovasi. Rumah ketiga yang kami survay adalah sebuah rumah mungil berlantai tiga dan sudah &lt;i&gt;furnished&lt;/i&gt;. Tinggal pindah dan masuk. Sebenarnya lumayan mahal, tapi lokasinya sangat asik, jalan sedikit ke belakang rumah sudah menuju pantai Losari. Setiap pagi dan sore bisa menikmati keindahan laut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku sendiri langsung suka, begitu juga dengan Arif dan Setya. Akhirnya diputuskan untuk mengambil rumah ini, meski harus melewati negosiasi yang cukup a lot. Pemiliknya menginginkan kontrak sekaligus selama 2 tahun, sementara kami bertiga hanya butuh rumah kontrakan untuk setahun kedepan, bahkan kalau bisa 6 bulan saja sepertinya cukup. Berhubung kontrak kerjaku dan teman-temanku hanya sekitar 5 bulan ke depan akan selesai. Harapannya sih, semoga diperpanjang. Setelah saling bergantian menjelaskan kondisi kami kepada pemilik rumah, akhirnya pemilik pun menyetujui harga dan lama kontrak. Kami bertiga bisa pindah minggu depan, karena sebelumnya rumahnya harus di bereskan terlebih dahulu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Dengan hari berbunga-bunga, setelah tiba di kamar kosku, aku kabarkan begita gembira ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada Cinta. &lt;i&gt;“Cinta, Aku sdh punya rumah br, pindahnya minggu dpn, nanti kamu maen kesini ya”. &lt;/i&gt;Lalu kutekan tombol &lt;i&gt;send&lt;/i&gt; . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Tidak lama telepon bernyanyi. Begitu kuangkat dan kusapa, suaranya juga riang di seberang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; “Hey.. iya dong tentunya aku kesana, aku masih di jalan menuju pulang nih” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Lho kamu ga nginap saja?” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Lusa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ada pameran di Karebosi, jadi harus siap-siap untuk besok sayang” katanya menjelaskan. Hatiku sedikit terlonjak dia sebut dengan kata sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Oh ya..,btw kamu sudah makan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?” tanyaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Sudah dong, kamu pasti belum nih?”. Aku terkekeh kecil medengar nada galak penuh perhatian dalam suaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“He he he, Iya belum nich” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Jangan lupa makan ya.. “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Iya pastilah sayangkuuuuu” aku sedikit menggoda. Dia terdiam sesaat lalu tertawa kecil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Ya udah, nanti malam aku telepon lagi ya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Siap bos!”. Kataku mantap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Setelah telepon ditutup, aku jadi tersenyum-senyum sendiri. Tak sabar menunggu malam tiba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-5393087655121822949?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/5393087655121822949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=5393087655121822949' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/5393087655121822949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/5393087655121822949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-11.html' title='Day 11'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-6938477906360477792</id><published>2007-04-25T10:09:00.000+08:00</published><updated>2007-05-01T10:15:43.464+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 10</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Seharian kemarin, aku hanya ber-sms dengan Cinta. Dia sudah mulai sibuk dengan kegiatan di tokonya. Hari ini, aku ingin bertemu, ada rasa kengen untuk melihat senyumnya. Aku berencana mengejutkannya di tokonya nanti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Jadwal makan siang seperti biasa diawali dengan kebingungan. Bingung mau makan apa dan di mana. Selain Arif dan Setya, satu lagi rekan kantorku adalah Wati. Kami berempat seumuran. Tapi ada juga seorang staff &lt;i&gt;part timer,&lt;/i&gt; namanya Anti. Dia sudah menikah meski umurnya lebih muda dari kami berempat. Kantorku penghuninya hanya itu saja dan bos tentunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Hari ini Anti sedang ada di kantor, di ujung ruangan dia sedikit teriak “Ayoo pada mau makan siang apa neh?”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Arif yang barusan dari ruangan bos menghampiri ruanganku. “Iya ya Dew, enaknya makan apa ya?” Telingaku terbuka lebar, tapi fokus fikiranku masih pada pekerjaan. Aku cuma menatapnya sejenak, lalu meneruskan pekerjaanku di laptop, tanggung, sedikiiit lagi. “Yee ditanya diem aja” katanya kesal dan melengos keluar ruangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku tertawa kecil, kalau laper bawaannya ngambek kali ya. “Iya..iya aku &lt;i style=""&gt;mah&lt;/i&gt; apa aja deeeh, aku ikut aja” teriakku dari ruangan. Sambil menuntaskan pekerjaan kudengar Wati memberi usulan “Ke Ibu Jawa aja yuk, aku lagi pengen makan gado-gado nih”. “Yup, aku setuju” Setya menimpali. Dan akhirnya semua sepakat, menu siang ini adalah Gado-gado.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Ibu Jawa, itu julukan kami buat penjual nasi campur yang ada di pojokan perempatan Jl. Kijang dan Jl Monginsidi Lama. Letaknya persis di samping kantor Komando Militer di Monginsidi dan di depan SMK 8. Tempatnya kecil, tapi selalu penuh sesak, laris manis. Ini salah satu warung yang menyediakan masakan khas jawa yang bisa ditemui di &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;. Menunya sederhana, sekedar nasi campur telur atau ikan atau ayam, disiram dengan bumbu pecel atau bumbu gado-gado.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga bakwan dan tahu goreng yang renyah dan gurih. Murah meriah. Kebanyakan pelanggannya adalah para tentara, tapi banyak juga orang-orang yang singgah. Asal siap untuk ngantri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sambil makan siang Arif bercerita kalau dia harus segera mencari tempat kost yang dekat dengan kantor, karena tempat sepupunya yang dia tinggali terlalu jauh. Sayang sekali tempat kostku sudah tidak ada kamar kosong dengan kamar mandi di dalam. Hanya kamarku dan kamarnya Setya, selain itu harus berbagi kamar mandi dengan penghuni kos lain. Sebelum ini, kami memang sudah berencana akan mencari rumah kontrakan agar lebih nyaman. Jadi dengan kondisi Arif, tampaknya harus mulai &lt;i&gt;hunting&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Eh, aku tadi lihat di koran, ada beberapa rumah yang dikontrakkan. Ntar kita lihat aja yuk” Setya menawarkan sambil mengunyah makanan di mulutnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Sore ini?” Arif memastikan, dan langsung menyetujui “Boleh juga” katanya mengguk mantap. Aku langsung menyeletuk “Eit, Aku ga bisa ya. Aku ikut aja, kalau kalian suka tempatnya, aku juga pasti suka deh”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kataku. Aku memang tipikal yang menerima apa adanya, tidak terlalu pemilih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Ih, emang kamu mau kemana, Dew?” tatapan Setya penuh curiga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; deeeeh… “. Kurasa mungkin mukaku memerah memendam rahasia. Aku memang belum “&lt;i&gt;coming out”&lt;/i&gt; pada mereka. Aku masih khawatir untuk mengatakan bahwa aku seorang yang SSA (Same Sex Attraction). Jadi, kutanggapi tatapan penuh selidik mereka dengan senyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Jam 5.30 teng. Aku bergegas pamit. Aku ingin ke tempatnya Cinta. Arif dan Setya masih berkutat di kantor, entah jam berapa mereka rencana berangkat melihat rumah kontrakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Aku menyetop taxi di depan kantor. Aku belum terlalu berani menggunakan angkutan umum di &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt; atau lebih dikenal dengan pete-pete. Disebut pete-pete karena konon katanya pete itu artinya merah, warna khas uang kertas nominal seratus rupiah pada tahun 90an, satu sisi bergambar Perahu Pinisi dan sisi lain bergambar Gunung Krakatau. Jadi dulunya ongkos angkutan hanya dengan selembar uang &lt;i&gt;pete.&lt;/i&gt; Meski sekarang uang pete sudah jarang ditemui dan ongkosnya pun sudah berkali lipat, namun angkutannya lekat dengan nama pete-pete. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Tidak semua jalan dilalui pete-pete, kantorku pun tidak. Biasanya hanya melewati jalan utama, sehingga untuk mencapai suatu tempat kadang harus berputar-putar. Untuk ke GTC (Global Trade Centre) yang di Tanjung Bunga aku memang harus naik taxi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Jalan menuju kesana melewati Losari, lumayan jauh. Untung saja jalannya bagus, karena memang masih baru. Pemandangan luas terbentang di kanan kiri jalan. Rumah-rumah para nelayan berjejer di sepanjang jalan, tampak pula perahu-perahu nelayan tertambat berbaris. Jalannya sendiri terrawat rapi, di tengah jalan sebagai bembatas jalur kiri dan kanan ditanami dengan rumput dan tanaman hijau. Tepat di depan GTC terdapat tempat wisata Pantai Akarena, pantai berpasir lembut. Karena pantainya juga cukup landai, pengunjung bisa mandi dan berenang di pantai ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Setibanya di GTC, aku langsung menuju tokonya Cinta. Areal GTC yang luas ini baru ditempati beberapa toko, belum sepadat mal-mal lain di Makassar. Aku pernah dengar dari tukang ojek setempat, “GTC itu mi’ ulang tahunnya di Sabtu dan Minggu ji’”. Maksudnya, GTC hanya ramai pada saat &lt;i&gt;weekend&lt;/i&gt;. Mungkin karena lokasinya cukup jauh dari pusat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Makasar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Sekarang ini sedang dibangun semacam perumahan &lt;i&gt;real estate&lt;/i&gt; di sekitar GTC. Mungkin nantinya akan menjadi &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; satelit seperti konsep antara BSD dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Setelah memastikan toko yang kutuju tidak salah, aku melongok ke dalam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Assalamu’alaikum.. maaf Mba” aku menggoda Cinta sesaat setelah masuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke tokonya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Dia sedang duduk di meja kasir, menulis-nulis sesuatu. Dia mengangkat wajahnya dengan tampang terkejut lalu tersenyum lebar. “Dewiiii.. “ serunya dengan mata berbinar. Aku suka sekali melihat senyumnya. Dia berdiri, dan langsung menggandeng tanganku. “Maaa.. maaa.. “ sembari dia menarik aku. Seorang ibu yang sedang membereskan rak di belakang toko menoleh kearah kami. “Maa kenalkan ini teman Cici, yang Cici ceritain itu lho Ma.. “ Ibu setengah baya dengan baju muslim dan kerudung itu tersenyum. Aku pun menyodorkan tanganku “Dewi, tante” kataku mengenalkan diri ditambah senyum tentunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Oh iya, Cinta sudah cerita. Dia senang karena sudah mi’ bisa dapatkan kawan di Makassar” dengan logat Makassarnya yang sangat kental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Setelah sedikit berbasa-basi, Cinta pamit pada mamanya. “Maa, Cici mau pergi makan dulu ya, Mama mau pulang jam berapa?” Tanya Cinta pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mamanya. “Mama tunggu mi’ di sini, sampai ko’ datang ji’”. Aku mengangguk pamit dan tersenyum pada mamanya. Cinta langsung menarikku keluar toko. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Saat menyusuri jalan di antara toko-toko yang berjejer, Cinta mulai memeluk tanganku, bergelayut manja. Rasa nyaman mulai terjalin di antara aku dan dia dengan komunikasi intensif lewat sms. Dan ini membuatku sangat bahagia. Kita berjalan berdua dengan ceria layaknya dua orang sahabat yang telah sekian lama dekat, kadang kurasa seakan-akan dunia ini milik kami berdua tanpa pedulikan orang lain. Toh, ini hal yang wajar. Lagipula mungkin tidak banyak yang curiga atau memandang aneh kedekatan kami. Penampilanku sendiri tidak terlalu maskulin, rambutku juga tidak terlalu pendek bahkan kadang kuikat dengan karet rambut. Cinta sendiri penampilannya rapi dan cukup modis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Kami berjalan-jalan dengan santai dan nyaman mengelilingi GTC, sambil bertukar cerita dan tawa. Bergandengan menuju KFC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-6938477906360477792?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/6938477906360477792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=6938477906360477792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6938477906360477792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6938477906360477792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-10.html' title='Day 10'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-7101953883146136352</id><published>2007-04-24T10:04:00.000+08:00</published><updated>2007-05-01T10:14:44.621+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 9</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kubuka mataku perlahan menatap langit-langit kamar tepat di atas kasur. Teringat pertemuan semalam dengan Cinta. Meski hanya sembari melepas matahari terbenam, kurasa itu sudah cukup untuk membuatku tersenyum pagi ini. Ketika berjalan menyusuri Losari, tubuh kami terkadang saling bersentuhan. Bahunya dengan bahuku atau lengannya dengan lenganku. Rasanya ingin kugandeng tangannya, tapi aku khawatir dia menyangka aku mengambil kesempatan. Setiap sentuhan kecil itu seperti sengatan listrik sekian voltase, merambat langsung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ke jantung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suasana pantai sangat cepat mencairkan kebekuan pada pertemuan pertama kami.&lt;br /&gt;“Aku suka laut”, kataku.&lt;br /&gt;“Oh ya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Selama ini aku tinggal di perbukitan, dingin dan sering membuat sinusku kambuh. Dan tinggal di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan pantai seindah ini buatku, &lt;i&gt;This is a dream come true&lt;/i&gt;”, kataku sambil menghirup udara, memenuhi paru-paru. Hembusan angin mengusap seluruh wajahku, menyibak rambut Cinta --yang segera ia benahi. Ini enaknya punya rambut pendek, tidak perlu repot menatanya, cukup dengan sisir &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; jari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kamu punya sinus?” Ia menatapku, memastikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Alergi terhadap dingin sih, ada semacam partikel yang membuat hidungku gatal dan kelenjar di dalamnya membengkak”. Aku menatap matanya, ada keprihatinanan tampak di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kasihan ya kamu” . Ia menyentuh punggungku, menunjukkan simpati. Tapi dia mungkin tidak tau, saat itu aku tersengat lagi seperti menyetrum sampai ke hati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kalau aku lebih suka tempat yang lebih sejuk, gak panas, tapi gak terlalu dingin” katanya dengan melihat sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Matahari sudah terbenam penuh. Gelap menyelimuti langit. Lampu-lampu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di sepanjang jalan di tepi pantai mengurangi kelam. Lampu neon dari toko dan café di pinggir pantai berkerlip terang di kejauhan. Café Pier, yang terletak di samping Makassar Golden Hotel menjadi tempat yang kami tuju setelah beranjak meninggalkan tempat duduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kamu mau makan apa? Minum apa?” tanyaku pada Cinta, sesaat setelah memasuki café yang menjorok ke laut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku masih kenyang Dew, kamu aja. Eh kamu pasti lapar, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; baru pulang kantor” sahutnya penuh perhatian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ah belum terlalu, aku kepingin es krim, &lt;i&gt;and&lt;/i&gt; itu salah satu makanan favoritku” kataku. Dia tersenyum geli. Mungkin aneh baginya, menikmati es di suasana pantai yang dingin seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ih kok ketawa” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Enggak, aku juga suka es krim juga kok”. Dia memilih tempat duduk dengan pemandangan ke arah laut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku beliin kamu es krim ya? Jadi kita makan sama-sama” Aku menawarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Boleh deh, aku pilih es krim coklat”. Senyumnya manis, tampaknya lebih manis dari es krim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Café Pier hanya menyediakan makanan ringan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; es krim, &lt;i&gt;gelato&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;pizza&lt;/i&gt;, kue-kue seperti &lt;i&gt;cheese cake&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;tiramisu&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga makanan hangat seperti batagor dan bakso. Beraneka minuman &lt;i&gt;juice&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;bubble tea&lt;/i&gt; juga tersedia. Pemandangan malam dari Café Pier cukup indah. Lampu dari kapal para nelayan tampak menari di tengah lautan, samar-samar terlihat bayangan Pulau Lae-Lae, sebuah pulau kecil yang letaknya tidak jauh dari pantai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Kamu sudah punya pacar?” tanyaku grogi sambil menikmati es krim vanilaku. Dia tersenyum nakal “Menurut kamu?” Aku terhenti dan memandangnya, dia hanya tertawa kecil, menjilat esnya dan membuang pandangannya kearah laut kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Yee.. manaku tau” Aku jawab dengan terkesan kesal. Raut wajahnya kemudian meredup. Dia memalingkan wajahnya menembus kelam laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh tuh es krimnya meleleh” Kusodorkan tisue kehadapannya. Ia segera membersihkan lelen di ujung jarinya. Dia kemudian memandangku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesaat lalu menunduk. “Aku baru aja putus, sekitar 3 bulan yang lalu” perlahan dia menghabiskan es krimnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Cewek? Atau Cowok?” Tanyaku ringan sambil melahap sisa cone es krimku. Matanya memandangku dengan tajam, dan tampak kesal. Aku diam ketika menyadarinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ceweklah!!! Aku tidak tertarik dengan cowok” Nada kesal memenuhi suaranya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Sorry, aku gak bermaksud menyinggungmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;”Emang kamu bisa ya sama cowok?” dia berkata ketus. Mukanya masih menekuk. Aku jadi merasa bersalah melontarkan pertanyaan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hmm.. Aku pernah pacaran sama cowok, orangnya baik. &lt;i&gt;So sweet&lt;/i&gt;. Dia terima aku apa adanya &lt;i&gt;bangets&lt;/i&gt;, tapi ternyata aku yang gak nyaman. Entahlah, aku sendiri masih bingung dengan perasaanku ini. Aku hanya ikut naluri saja, senyamannya aku. Bisa jadi cewek &lt;i&gt;or&lt;/i&gt; cowok bagiku nantinya yang penting adalah aku nyaman di sisinya. Tapi pengalamanku aku bisa nyaman di sisi cewek manapun, ketimbang dengan cowok” Aku tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia kemudian melanjutkan ceritanya. “Iya, mantanku itu selingkuh” matanya mulai berkaca-kaca. Aku ingin menghentikan ceritanya, karena aku tidak ingin membuatnya sedih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hey, its OK, kamu ga usah cerita Cin” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia menoleh padaku dan menggelengkan kepalanya. “Ga apa-apa kok, aku ingin cerita” Hening sejenak kami menikmati hembusan angin laut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoBodyText" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku bertemu dengan mantanku setaun yang lalu, di ILF. Dia tinggal di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; juga. Kita berkenalan, kemudian jadian. Suatu hari, aku melihatnya bersama perempuan lain, ternyata itu mantannya. Biasa CLBK (Cinta lama bersemi kembali). Dan aku ditinggal” dia menghela nafas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Hmm.. siapa namanya?” tanyaku, siapa tau aku kenal. Di lingkungan komunitas L di Indonesia tak jarang orang-orangnya saling berkaitan. Saling kenal, &lt;i&gt;at least&lt;/i&gt; sekedar &lt;i&gt;nick name&lt;/i&gt;. Biasanya kenal lewat tulisan yang di &lt;i&gt;posting&lt;/i&gt; atau kenal lewat japri (jalur pribadi), &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;chatting.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Mitha, dia suka pake nama red_green_blue di ILF” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku mengerinyitkan dahi dan mencoba mengingat-ingat. Lampu di otakku seketika menyala, menerangi sebaris informasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Oooh.. kalau ga salah mantannya si Adit, sisir_hitam ya?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Eh, kamu kok tau? Kamu kenal?” dia agak kaget. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Engga kenal langsung sih, cuma kalau orang sering mengikuti &lt;i&gt;posting-posting&lt;/i&gt; di ILF, pasti tau cerita mereka” aku tersenyum. ILF itu kadang seperti misteri-misteri percintaan yang saling terkait dari satu posting ke posting lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Ya gitu deh, sejak itu aku menjomblo deh” Dia tersenyum kembali. Aku cuma bisa terkekeh. “Hayoo kamu sendiri gimana?” dia mencubitku pelan. Aku tersenyum dan mengingat mantan-mantanku yang tidak banyak itu. “Aku sendiri jomblo lah.. scara di &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt; nda ada mi’’” aku bercanda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Yeee &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ga mesti di Makassar” dia menyeletuk. Aku tersenyum lalu diam sejenak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Aku terakhir itu sama cowok, tadinya aku kira &lt;i&gt;this is the one&lt;/i&gt;, lalu aku akan menikah, tapi ternyata memang belum saatnya, semuanya tidak semudah yang kuduga. Mencari kenyamanan di sisi cowok tidak semudah menjadi nyaman di samping seorang cewek. Ya semenjak itu aku masih dalam tahap mencari. &lt;i&gt;I want to feel that comfort again&lt;/i&gt;, terakhir jalan sama cewek itu setengah tahun yang lalu. &lt;i&gt;So I’m still looking”&lt;/i&gt; giliranku yang tersenyum nakal. “Udah ah, sudah malam, ga bagus kelamaan kena angin laut” kataku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami pun beranjak. Entah mulai dari langkah keberapa dia menggandeng tanganku, jantungku serasa mau copot, berdebar dengan cepat. Aku coba mengendalikannya lalu kemudian debar melambat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lalu seperti jatuh pada tumpukan kapas, sangat nyaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;“Wiiii.. Dewi..buruan siap-siap” suara Setya dari luar memecah lamuanku. Mengembalikan aku ke dunia pagi. Aku mengangkat tubuhku dengan malas, tapi sepertinya aku harus mengikuti kata-kata Setya, jam mendekati angka delapan. Tak terasa sedari tadi hanya melakukan aktivitas pagi dengan membayangkan pertemuan pertama dengan Cinta semalam. “Iyaa Set, bentar lagi. Aku siap”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-7101953883146136352?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/7101953883146136352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=7101953883146136352' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/7101953883146136352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/7101953883146136352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/05/day-9.html' title='Day 9'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-1333992871869867580</id><published>2007-04-23T16:40:00.000+08:00</published><updated>2007-04-23T16:45:26.115+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 8</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Seperti biasa, aku dan Setya berangkat kantor bareng. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Berbeda dengan Setya yang pagi-pagi sudah rapi, aku acap kali kesiangan dan telat mandi, mungkin karena aku merasa kosku juga tidak begitu jauh dari kantor, hanya 5 menit jalan kaki. Meski tau kebiasaan jelekku, Setya selalu sabar menunggu. Jam 8.30 kami sudah sampai kantor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penghuni kantor hari ini kembali lengkap. Semua sudah kembali dari tugas ke daerah. Bosku juga sudah mulai meminta laporan dan mengajak &lt;i style=""&gt;meeting&lt;/i&gt; koordinasi. Seperti biasa ku buka &lt;i style=""&gt;laptop&lt;/i&gt;ku dan mulai bergegas menyelesaikan tugas-tugas, karena setelah makan siang laporan-laporan ini harus kupresentasikan di ruang &lt;i style=""&gt;meeting.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sepanjang siang menjelang sore aku sibuk kembali menyelesaikan tugas-tugas baru dari hasil &lt;i style=""&gt;meeting&lt;/i&gt;. Tak terasa sudah jam 5. Aku bergegas membenahi pekerjaanku karena kemarin aku sudah janji ketemuan di pantai Losari dengan Cinta. Aku harus segera berangkat. Memikirkan tentang pertemuan ini membuat hatiku semakin berdegup dan penuh tanya. Bagaimana ya sosok si Cinta?. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sore itu, awan seakan-akan bersembunyi. Hanya ada beberapa lapisan tipis di langit. Mentari sudah mulai redup, tidak kuning terik lagi, tapi berwarna jingga lembut. Cahaya memantul pada riak-riak ombak kecil yang bergerak-gerak menuju tepian, riaknya kemudian pecah menampar lembut bebatuan. Pantulan cahaya seperti bias yang jatuh di atas permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pinggiran Pantai Losari dulunya ditutupi pasir lebut, di mana pedagang kaki lima berderet sepanjang pantai itu, konon ini pantai dengan deretan pedagang kaki lima terpanjang. Aku sendiri belum pernah melihat dengan kondisi tersebut, saat aku pertamakali menginjakkan kaki di kota ini, aku mendapati Pantai Losari sudah di urug dan ditata. Sudah tidak ada lagi hamparan pasir. Bibir pantai sudah ditutupi dengan tembok semen dan bebatuan. Mungkin ini untuk mencegah abrasi pantai. Tembok pembatas ini juga yang berfungsi menjadi tempat duduk-duduk sambil menhadap ke laut lepas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sekarang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini ada juga tempat baru selain sekedar tembok semen di bibir pantai itu. Ada pelataran yang menjorok ke laut. Di ujung pelataran terdapat huruf-huruf yang dibentuk dari semen yang merangkai tulisan ”Pantai Losari”. Pelataran itu pun difungsikan sebagai tempat-tempat duduk dan kumpul-kumpul, ini memang disengaja untuk memancing minat wisata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku berjalan menuju pelataran. Tampaknya sudah banyak orang-orang di sana, ada yang berdua, ada anak-anak membawa sepeda, ada bermain air di pinggiran laut, ada yang bawa pancingan. Para pedangan juga ramai, ada yang berjualan kacang, pisang epe, telor asin, asinan mangga dan kedongdong, serta ada yang berjualan berbagai minuman dingin. Meski hari senin, tapi tempat ini cukup ramai. Angin berhembus lumayan kencang, menyejukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku masih memandang lurus ketika seseorang menyapaku &lt;i style=""&gt;“Hey..Dewi ya”&lt;/i&gt; . Aku kaget dan menoleh ke arah samping kananku. Mataku menangkap sesosok perempuan dengan rambut sebahu yang terurai, angin nakal menyibak rambut di dahinya, tapi justru semakin menarik. Tubuhnya tidak kurus dan tidak gemuk. Kulitnya kuning bercahaya ditimpa bias mentari senja. Matanya agak sipit. Tampaknya aku langsung familiar dengan sosok itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ah, betul dia Cinta, seperti yang kulihat di foto-foto Friendsternya wajahnya tidak jauh berbeda. Siang tadi kusempatkan membuka Friendster untuk melihat dan mengingat kembali wajahnya. Sosok di depanku ini untuh dari dimensi yang sempurna. Dia tersenyum manis, benar-benar manis, apalagi ditambah dengan lesung pipi yang membuat jantungku tiba-tiba berdebar lebih keras dari deburan ombak. Aku gugup, kupaksakan menjawab sapaannya. &lt;i style=""&gt;“Hey Cinta ya?”&lt;/i&gt; Aku menyodorkan tanganku untuk berjabatan. Dia kemudian menyambut tanganku. Tangannya hangat, atau tanganku yang tiba-tiba dingin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Udah lama?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; tanyanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Umm baru aja, lagi lihat-lihat, Kamu udah lama?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; tanyaku. Dia tersenyum, menoleh ke arah laut &lt;i style=""&gt;“Engga juga”.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lalu hening. Kami sekarang berdiri bersisian memandang laut dan mentari yang perlahan beranjak sambil mengucap salam pamit. Warna langit sangat indah, kulirik dia sesekali, aku pun merasa dia melirikku. Kemudian aku tersenyum dan kami saling berpandangan, tertawa kecil. Merasa malu dengan kekonyolan saling mencuri pandang. Seperti anak abege saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Jadi.. mau kemana?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; tanyaku, mengusir kekakuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="SV"&gt;“Hmm.. di sini aja dulu yuk, sampai matahari benar-benar terbenam”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Aku mengangguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku menebarkan pandangan, mencari tempat duduk yang cukup nyaman. Kuajak dia pindah sekitar beberapa meter dari tempat aku dan dia berdiri. Kemudian kupersilakan dia duduk terlebih dulu, aku duduk di sampingnya. Sedikit berjarak. Sampai tubuhku menetap sempurna di sisinya, aku masih berdebar. Tidak tau memulai pembicaraan dari mana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-1333992871869867580?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/1333992871869867580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=1333992871869867580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1333992871869867580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1333992871869867580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-8.html' title='Day 8'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-915981597076274000</id><published>2007-04-22T16:38:00.000+08:00</published><updated>2007-04-23T16:40:45.472+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 7</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Tok Tok &lt;i style=""&gt;“Wi.. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dewi..”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; suara berat mengetuk pintuku. Setya sudah pulang sepertinya. &lt;i style=""&gt;“Iya, Setyaaaaaa…”&lt;/i&gt; Aku menyambutnya setengah mengantuk setelah membuka pintu. Setya berdiri sudah rapih, sepertinya habis mandi. &lt;i style=""&gt;“Pulang jam berapa, Set?”&lt;/i&gt; tanyaku sambil mengucek mata. &lt;i style=""&gt;“Aku sudah sampai dari tadi pagi, kamu masih tidur, aku sudah mandi nich mau cari makan, makan yuk?” &lt;/i&gt;Aku berkerut, dan langsung melihat ke jam dinding. Ya ampuuuun, sudah jam 11. Setelah subuh tadi, aku memang kembali tidur. &lt;i style=""&gt;“Duh maap, semalam tidur jam 2”&lt;/i&gt; kataku. &lt;i style=""&gt;“Ngapain kamu tidur pagi?”&lt;/i&gt; dia keheranan. &lt;i style=""&gt;“Biasaaaa”&lt;/i&gt; Aku tersenyum dan membuat gerakan orang menelepon. &lt;i style=""&gt;“Uuugh dasar, pacaran mulu”&lt;/i&gt; Ujar Setya menggoda&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt; Kuambil handuk yang tergantung,&lt;i style=""&gt; “Aku mandi dulu ya Set, kamu nonton tv dulu gih”&lt;/i&gt; kataku sambil berjalan ke kamar mandi. &lt;i style=""&gt;“Ya udah mandi gih, buruan”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Sambil menyabuni seluruh badanku terbayang kembali obrolan semalam dengan Cinta. Jam 11 malam aku menelepon dia, beruntung kita berdua memakai layanan selular dari operator yang sama dan sekarang lagi ada promo telepon murah pada malam hari. Cinta bercerita tentang hobinya memelihara kucing, ada beberapa kucing yang dia urus selama ini, dia sedih saat kucing-kucing kesayangannya harus dia tinggalkan, dan di berikan kepada teman-temannya yang mau mengasuh kucing-kucing tersebut. Aku juga suka kucing, tapi tidak pandai memeliharanya. Selain itu, Cinta suka membaca, suka bernyanyi juga, meski katanya sekedar penyanyi kamar mandi, jadi aku berencana mengajak Cinta ke tempat karaoke di Makassar. Ada 4 tempat bernyanyi keluarga di sini, Happy Puppy, Nav-Nav, E-Club dan Tembang Kenangan. Aku sendiri sudah mencoba keempat tempat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Semalam waktu terasa cepat berlalu, aku dan Cinta mengobrol dan bercanda. Aku seperti merasa sudah mengenalnya sejak lama, terasa begitu dekat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Dewi..cepat dong, aku lapar niih”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; Setya berteriak di luar, membuyarkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lamunanku. &lt;i style=""&gt;“Iyaaa, bentar lagi selesai koq”&lt;/i&gt; aku sedikit berteriak, sambil mematikan kran air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Selesai berpakaian keluar aku menghampiri Setya, sejenak saling berpandang. &lt;i style=""&gt;“Mau makan dimana?” &lt;/i&gt;tanyanya. &lt;i style=""&gt;“Hmm aku terserah”&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jawabku singkat. Lapar begini, apa saja enak. Setya mengerenyitkan dahinya, entah karena berfikir atau memang silau. Matahari memang sangat terik, jam 12 tepat berada di atas ubun-ubun kepala. &lt;i style=""&gt;“Yeeey..kamu kan yang baru pulang dari daerah, kamu mau apa? Padang?”&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku menawarkan pilihan makan siang di Rumah Makan Padang 86, letaknya di Jl. Bulukunyi. Rumah makan itu menyediakan masakan Padang yang menurutku &lt;i style=""&gt;standard,&lt;/i&gt; tapi karena cocok dengan lidahku, aku suka makan makan di sana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Satya masih mengernyit, nampaknya tidak begitu tertarik.&lt;i style=""&gt;“Engga ah, aku pengen makan Pizza”&lt;/i&gt; katanya menetapkan pilihan.&lt;i style=""&gt;”Ya sudah kita ke Mal Mari deh” &lt;/i&gt;kataku, sebentar kemudian aku memanggil tukang becak. Sepoi-sepoi angin lumayan menemani aku dan Setya yang duduk berdempetan di atas becak menuju mal. Ini salah satu yang membuatku mulai betah di kota Makassar ini, jarak kosku dengan mal tidak begitu jauh. Hanya lima menit saja naik becak. Sejenak fikiranku terlepas dari Cinta, aku menikmati acara makan siang bersama Setya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;“Lady I know you’re the only one for me..” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Penggalan lagu Maliq and D'Essentials mengalun lagi dari Hpku. Aku sedang tidur-tiduran di kasur menikmati sore. Ada nama Cinta di skrin hp. Segera kuangkat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Hi Dewi”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Heyyy Cinta,dimana nich?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Aku udah dirumah lho”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; Aku jam di dinding, sudah jam 4. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Oh ya, gimana penerbangannya? baik-baik ji’ toch?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; tanyaku meski dengan logat Makassar yang kadang-kadang terdengar lucu. Dia tertawa kecil &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Ih kamu sudah punya logat makassar”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; Aku pun ikut tertawa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Ketemuan yuk?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;ajaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Boleh, dimana?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Terserah kamu enaknya di mana”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; Dia lalu menjelaskan dia tinggal di daerah perumahan di Jl. Cendrawasih. Tidak begitu jauh dari kosanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Mau ketemu di Mal Mari saja?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; kataku menawarkan, meski aku sendiri agak malas kembali kesana karena siang tadi sudah makan bareng Setya di sana, tapi sepertinya hanya tempat ini yang lokasinya mudah di jangkau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;“Engga ah.. gimana kalau kita ke pantai losari saja?” Kata cinta. Tawarannya langsung kuterima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;“Boleh, di mana ya ketemuannya?” tanyaku, sambil berpikir sejenak. Tiba-tiba dari seberang terdengan sayup-sayup suara Cinta yang berbicara menjauhi telepon. &lt;i style=""&gt;“Kenapa Ma? Kemana? Yaa Mama kenapa ga bilang dari tadi”&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sepertinya Cinta lagi bicara dengan ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Dewi, aku mohon maaf banget, Ibuku tiba-tiba mengajaku pergi ke toko, padahal aku tadi sudah tanya, dia berubah pikiran”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; Cinta berkata dengan nada kecewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Heyy, ga apa2 lagi”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt; Aku menyemangatinya&lt;i style=""&gt;.“Kan bisa besok. Besok sore aja ya, di Losari ada tempat baru, semacam pelataran gitu. Nanti ketemu di sana, OK, jam 5.30. Sambil lihat sunset” &lt;/i&gt;Ajakku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Ok Dewi, makasih ya” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;dia ucapkan terimakasih yang aku sendiri bingung untuk apa. &lt;i style=""&gt;“Ok..”&lt;/i&gt; Jawabku singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;Meski sedikit kecewa, tapi untung juga, jadi aku bisa menyiapkan diri. Bagaimanapun aku ingin memberi kesan baik saat pertemuan pertama dengan Cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-915981597076274000?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/915981597076274000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=915981597076274000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/915981597076274000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/915981597076274000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-7.html' title='Day 7'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-1536091348618099495</id><published>2007-04-21T16:32:00.000+08:00</published><updated>2007-04-23T16:43:05.659+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 6</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Hari sabtu, tak terasa sudah akhir pekan kembali. Besok teman kantorku sekaligus teman kostku pulang dari tugas luar kota. Setya namanya. Laki-laki yang berasal dari Bali tapi punya aksen jogja, tinggal bersebelahan kamar denganku. Sudah jam 9, perutku sudah meminta jatah &lt;i style=""&gt;breakfast&lt;/i&gt;nya. Dalam posisi masih di atas kasur, aku berbalik untuk melihat &lt;i style=""&gt;stock&lt;/i&gt; makanan di rak plastik di pojok kamar. Hmm tampaknya hanya ada 2 bungkus indomie rasa kari ayam, aku hafal dari warna bungkusnya. Makan tidak ya? pikirku. Tapi nanti sajalah, masih ada yang mengganjal dalam benakku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Aku kembali menelentangkan tubuhku, kuraih hp yang sedari tadi diam manis di dekat bantalku. Masih &lt;i style=""&gt;no messages&lt;/i&gt;. Aku menarik nafas, sedikit kecewa. Aku bangkit, beranjak ke kamar mandi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mencuci muka. Rasanya lebih segar. Kuputuskan untuk masak indomie saja meski hanya peralatan sederhana yang ada di kamar kostku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Sambil menunggu air mendidih, aku terpikir untuk memulai mengsms Cinta. Sedang apa dia ya? Kapan dia datang ke Makassar. Aku berbalik mengambil hp di atas kasur, dan jariku mulai menari di atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;keypad&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;“Hi Cinta, ini Dewi yg d makassar. Ini nmrku.lg apa ni?Aq lg masak mie, my breakfast 4 2day.Udh mkn?”&lt;/i&gt; Kemudian kutekan tombol &lt;i style=""&gt;send&lt;/i&gt; dan memilih namanya dari daftar kontak “Cinta IPP Mks”. Kutunggu sesaat, kupastikan laporan ”&lt;i style=""&gt;Message Sent&lt;/i&gt;” muncul. Yup, smsku sudah terkirim, sambil menunggu balasan kutuntaskan menyiapkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mie untuk sarapan. Mencemplungkan mie ke air yang sudah mendidih dan menuangkan bumbunya. Baunya sedap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Aku baru saja selesai menyantap indomi ketika terdengar suara beep..beep bunyi hpku. &lt;i style=""&gt;1 New Message&lt;/i&gt;. Aku pun membukanya, balasan sms dari Cinta, entah kenapa jantungku sedikit berdebar. &lt;i style=""&gt;“Hi Dewi, thnks sdh sms.Aq lg packing ni,jadwal kmksr dimajukan,bsk siang aq tiba.Aq sdh mkn roti,met mkn ya”&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Aku tersenyum, aku senang karena sekarang sudah ada sms yang mampu membuatku berdebar kembali, setelah beberapa lama vakum. &lt;i style=""&gt;“Aq plg mls klo packing he3 pasti amburadul hasilnya,km yg rapi ya packingnya he3 Aq dah slese mkn,mo ntn dvd.Met Packing ya!”&lt;/i&gt; Kutuliskan balasannya dan langsung kukirim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Kubenahi mangkok bekas makanku ke ujung kamar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan naik kekasur kembali. Ini enaknya jadi anak kos dengan kamar multifungsi, jadi dapur, jadi kamar tidur, jadi ruang kerja, jadi tempat nyantai, dll.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Enaknya nonton apa ya? Kuaduk kotak berisi koleksi dvdku, masih banyak yang belum kutonton salahsatunya “&lt;i style=""&gt;Loving Annabel&lt;/i&gt;” dvd bertemakan L. Aku lebih nyaman dengan menyebut L saja ketimbang Lesbi or Lesbian, terasa geli dan aneh aja jika menyebut satu kata penuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Layar di depanku sudah menampilkan &lt;i style=""&gt;Main Menu&lt;/i&gt; ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hpku berbunyi lagi. Masih dari Cinta. &lt;i style=""&gt;“Thnks.Ntn dvd apa km?udh ntn L Word blm?aq punya smpai season 2,nanti aq bawakan”&lt;/i&gt; Aku tersenyum, apa dia kira di Makassar tidak tersedia set &lt;i style=""&gt;dvd&lt;/i&gt; tersebut. Memang sih bukan suatu kebanggaan memiliki &lt;i style=""&gt;dvd&lt;/i&gt; bajakan, tapi karena sangat mahalnya &lt;i style=""&gt;dvd original&lt;/i&gt; dan sulit ditemui, maka bajakan pun menjadi pilihan. Aku membeli The L Word &lt;i style=""&gt;season&lt;/i&gt; 1 di Jakarta, tapi &lt;i style=""&gt;season&lt;/i&gt; 2 kutemui di Makassar, tepatnya di lantai 2 Makassar Trade Centre atau lebih terkenalnya MTC, letaknya di sisi lapangan Karebosi. Aku bahkan sudah punya &lt;i style=""&gt;season&lt;/i&gt; 3, kalau yang ini aku berdua dengan Susi memesannya lewat internet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Aku jadi teringat Susi. Dia mantan &lt;i style=""&gt;GF&lt;/i&gt;-ku yang sekarang menjadi sahabatku, sekarang tinggal di Manado. Mencintai sesama wanita memang unik, dari sahabat menjadi pacar mungkin sudah biasa. Tapi dari mantan pacar menjadi sahabat dekat ini sering terjadi di dalam hubungan L. Dan dvd &lt;i style=""&gt;Loving Annabel&lt;/i&gt; itu, Susi juga yang meninggalkannya buatku sebulan yang lalu, saat dia transit dan berkunjung ke Makassar. &lt;i style=""&gt;“Aq sdh punya Lword, Nta.Aq mo ntn Loving Annabel,km sdh ntn?” &lt;/i&gt;kubalas sms-nya sambil tanganku menekan tombol &lt;i style=""&gt;Play&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Lady I know you’re the only one for me..” ringtone Hpku bernyanyi, ada yang menelepon. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Ha, Cinta! Buru-buru kutekan tombol penerima.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Halo…”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt; sahutku spontan sambil tangan kiriku menekan tombol &lt;i style=""&gt;pause&lt;/i&gt; dari &lt;i style=""&gt;remote.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Hi Dewi..”&lt;br /&gt;“Heyyy…. Cinta”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; jawabku masih setengah terkaget-kaget dia menelepon.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Eh aku ganggu kam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;u nonton ya? Maaf ya”&lt;br /&gt;“Nnnnggak kok, aku kan bisa pause dan rewind kapan saja”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt; kataku dengan senyum lebar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Aku cuma mau bilang, aku sudah selesai packingnya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt; dengan nada ceria dia berbicara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“wahh..”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt; jawabku singkat, tiba-tiba aku bingung mau bicara apa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Sekarang aku mau ke rumah teman dulu, mau pamit-pamitan, met nonton ya”&lt;br /&gt;“eh iya, makasih ya. Kamu hati-hati ya”&lt;br /&gt;“OK Dewi. Assalamu’alaikum.. eh.. maaf.. kebiasaan”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Wa’alaikumsalam warahmatullah.. ga papa kok, bagus malah”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terdengar dia tertawa kecil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Daaaaaagh Dewi.. “&lt;br /&gt;“Daagh Cinta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Aku melanjutkan menonton dengan hati yang lebih ceria.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Edited by Bening]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-1536091348618099495?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/1536091348618099495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=1536091348618099495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1536091348618099495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1536091348618099495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-6.html' title='Day 6'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-6550687337671688423</id><published>2007-04-20T12:55:00.003+08:00</published><updated>2007-04-20T12:55:54.556+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 5</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;"Dear Dewi,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Maaf aku kemarin sore tidak sempat online. Aku baru pulang kerja menyelesaikan tugas terakhirku karena aku resign. Aku masih punya 2 hari kerja lagi untuk menyelesaikan tugasku. Insyaallah aku pulang  ke &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt; hari senin depan ini. Kamu asli dari &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;? Kalau aku asli Bugis, orang tuaku tinggal di Makassar, aku sendiri dibesarkan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dari SMP tinggal sama nenek di Manggarai. Tiap liburan sekolah aku pulang ke makassar dan karena nenekku sudah tiada tahun lalu, aku diminta pulang oleh ibuku dan tinggal bersama mereka. Semoga kita bisa berteman ya Dew. Oh iya, aku udah liat FS kamu, dan aku udah add kamu, di approve ya. Oh satu hal lagi, ini nomor HP ku 0877 098 034 22. Kalau boleh tau nomor hape mu supaya nanti mudah kalau mau ktemuan. Thanks ya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Salam Hangat&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cinta"&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pagi-pagi &lt;i&gt;email &lt;/i&gt;tersebut sudah masuk di &lt;em&gt;inbox&lt;/em&gt;-ku. Aku langsung membuka &lt;em&gt;Friendster&lt;/em&gt; untuk melihat &lt;em&gt;account&lt;/em&gt;-nya Cinta. Aku tersenyum melihat foto-fotonya yang unik di &lt;em&gt;Photo Gallery&lt;/em&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; foto dia berpakaian ala tentara, ada yang pakai daster, bahkan ada fotonya yang memangku kucing yang lucu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah cukup puas melihat foto-fotonya, aku mengklik &lt;em&gt;Cinta's Friends.&lt;/em&gt; Oow, ternyata di antara teman-temannya, aku menemukan beberapa temanku yang bergabung di Komunitas IPP atau Institut Pelangi Perempuan. IPP ini merupakan organisasi nirlaba non-pemerintahan yang merupakan pusat kegiatan dan informasi bagi kelompok lesbian muda di Indonesia. &lt;em&gt;"Memberdayakan potensi dan sumber daya lesbian muda &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; merupakan salah satu strategi kami dalam memperjuangkan hak-hak seksualitas lesbian guna mewujudkan tatanan masyarakat demokratis yang tidak diskriminatif terhadap preferensi seksual berbeda&lt;/em&gt;" Kalimat inilah yang membuatku tertarik bergabung di IPP. Aku mengarahkan &lt;em&gt;browser&lt;/em&gt;ku ke alamat &lt;a href="http://satupelangi.com/"&gt;satupelangi.com&lt;/a&gt;, sudah menjadi kebiasaanku untuk &lt;em&gt;browsing&lt;/em&gt; kemana-mana. Pada tab yang berbeda aku juga membuka kembali ILF. ILF ini salah satu komunitas maya para lesbian di Indonesia. Sebelum adanya IPP, komunitas lesbian di internet setahuku hanya ada ILF dan SS (Swara Srikandi). &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga komunitas yang terjalin dari ruang &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;channel&lt;/em&gt; MIRC. Sebenarnya mungkin ada yang lain lagi, karena tidak semua komunitas cukup terbuka, hanya saja aku kurang &lt;em&gt;aware&lt;/em&gt;, kurasa sudah cukup banyak informasi dan wawasan yang aku dapatkan dari komunitas di atas. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain sebagai tempat diskusi, &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; berbagai opini, komunitas tersebut juga dijadikan tempat mencari teman. Aku dulu pun mencoba mencari jati diriku melalui &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;dan berdiskusi dengan mereka yang sudah pernah mengalami pergulatan yang sama. "Siapakah aku?", "Apakah benar aku sama seperti teman-temanku?", "Apa sebenarnya yang kucari", "Mengapa aku begini?" menjadi pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di benakku. Lambat laut mulai terjawab, meski kadang berganti-ganti jawaban. Menjadi diri sendiri itu sulit, ternyata.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ingatanku kembali ke FSnya Cinta. Aku terbayang foto yang barusan kulihat. Menurutku dia manis dengan rambutnya yang dipotong sebahu, senyumnya juga menarik. Aku tersenyum sendiri, sambil berpindah ke halaman &lt;em&gt;Yahoo Mail&lt;/em&gt;ku yang masih terbuka. Kuklik &lt;em&gt;Reply&lt;/em&gt; dan mulai menuliskan balasannya. Kujelaskan dengan singkat aku berasal dari mana, kerjaku di mana, dan aku memberitahukan nomor hpku juga. Tidak lupa kusimpan nomor yang dia berikan dengan nama "Cinta IPP Mks". Nanti sore, aku akan coba mengirimkan &lt;em&gt;sms&lt;/em&gt; buat dia, atau mungkin meneleponnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku kembali bekerja setelah &lt;em&gt;surfing&lt;/em&gt; kemana-mana. Tak terasa sudah jam 12.05, perutku sudah mulai berontak. "Riiifff...." kupanggil Arif sambil beranjak dari kursiku. "Makaan yuuu". Aku sudah di depannya. Sambil memegang perutku. "Lapaaar..". Arif menatapku dan tertawa. "Ih kenapa mi' ko ketawa bgitu?" kupaksakan logat Makassarku yang di bawah standar. Arif tambah ketawa. "Nda papa ji'" katanya. Sambil mengambil dompet dia tanya "Ayu mau makan di mana ?". "Mm..Sop kikil yuuu.." aku memberi usulan. Arif mengangguk. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sop Kikil Madura di Jl. Batuputih adalah salah satu menu favoritku. Bumbu racikan di sop itu begitu lezat. Aroma rempah-rempahnya kuat, menggoda selera dan selalu membuat terbit air liur. Warung sederhana itu menyajikan berbagai macam masakan berkuah, ada Sop Kikil Biasa dan Super, Soto Madura, Konro, dan Sop Ayam, juga berbagai menu lainnya. Aku memilih Sop Kikil Madura yang porsi biasa dengan 2 piring nasi, seperti biasa tidak lengkap tanpa kerupuk udang. Kutambahkan beberapa sendok sambel dan jeruk nipis yang selalu tersaji di setiap rumah makan di &lt;st1:place st="on"&gt;Makassar&lt;/st1:place&gt;. Dan mulailah makan siang yang super nikmat diselingi acara melap keringat yang membanjir. Seperti iklan, apa pun makanannya minumannya tetap teh botol dingin. Maknyuusss.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;Edited by Bening&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;]&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-6550687337671688423?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/6550687337671688423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=6550687337671688423' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6550687337671688423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/6550687337671688423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-5_20.html' title='Day 5'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-1879585903467530060</id><published>2007-04-19T12:35:00.001+08:00</published><updated>2007-04-19T12:46:49.841+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 4</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi-pagi, seperti biasa aku menyalakan &lt;i&gt;Yahoo Messanger&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Gtalk &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Skype&lt;/i&gt;. Fungsi ketiga &lt;i&gt;IM &lt;/i&gt;ini sekarang sudah tidak lagi untuk mencari orang-orang baru atau kenalan-kenalan baru, tapi sebagai sarana untuk bertukar informasi, &lt;i&gt;related work things,&lt;/i&gt; atau ya sekedar jeda dari pekerjaan dan bisa jugabuat ngegosip. Pagi itu ada &lt;i&gt;offline message&lt;/i&gt;s di YM, artinya ketika aku sedang &lt;i&gt;offline &lt;/i&gt;dia menuliskan pesan. Pesan itu tertulis dari ce_mks_81, dari Cinta.&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;ce_mks_81 : "Sorry, tadi DC"&lt;br /&gt;ce_mks_81 : "Dewi, Aq mau pulang ke makassar minggu depan. Ketemuan ya? mau engga?"&lt;br /&gt;ce_mks_81 : "Km udah off yach. Yach sudah dech, nanti besok lanjut lagi"&lt;br /&gt;ce_mks_81 : "Bye"&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku tersenyum senang, karena bisa bertemu dengan yang seorientasi. Beberapa waktu yang lalu aku memang &lt;i&gt;posting &lt;/i&gt;di VOY, menuliskan bahwa aku berada di makassar, siapa tau ada yang tinggal di daerah yang sama denganku. Kutinggalkan alamat emailku untuk dikontak. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Teringat kembali pertama kali berkunjung ke VOY. Sebuah forum &lt;i&gt;online&lt;/i&gt; dengan judul besar yang tertera di &lt;i&gt;header browser&lt;/i&gt;: Indonesian Lesbian Forum. Sebenarnya VOY hanya tempat &lt;i&gt;hosting &lt;/i&gt;gratis untuk para pembuat dan pengguna forum, Indonesian Lesbian Forum (ILF) menggunakan fasilitas tersebut. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kunjungan pertamaku dulu tahun 2003, karena rasa penasaranku terhadap lesbian dan ILF. Aku masih ingat, dulunya aku hanya sebagai pengamat, kemudian mencoba aktif menulis di forum, sampai aku mendapatkan beberapa teman dekat. Tetapi, aku belum berani melangkah lebih jauh. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waktu itu pertanyaan-pertanyaan tentang lesbian selalu muncul, dan bentrok dengan nuraniku sebagai manusia yang beragama. Hal yang mustahil jika aku memilih jalan itu. Kerap kali ketika aku dekat dengan beberapa orang di forum, ada yang ngajak &lt;i&gt;jalan &lt;/i&gt;atau jadian. Aku selalu menolak dan mengatakan aku ini &lt;i&gt;straight &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;at least bisexual&lt;/i&gt;, meski aku sangat nyaman berada di antara mereka yang jelas-jelas lesbian. Aku sendiri belum pernah pacaran dengan laki-laki saat itu. Bahkan seingatku aku tidak begitu tertarik dengan laki-laki, hanya mengikuti apa yang dilakukan orang pada umumnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lamunanku dibangunkan oleh ketukan di depan pintu kantor, Arifah yang membukakan pintu, ternyata ada pengantar paket tiki yang datang. Aku menarik nafas, aku putuskan untuk mulai bekerja dan membiarkan lamunanku tertunda.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampai sore tiba, aku menunggu Cinta untuk online. Aku ingin mengenalnya lebih jauh. Banyak pertanyaan di benakku. Dia dulu kuliah dimana? di Jakarta kerja di mana? sebagai apa? hobbynya apa? waktu luangnya digunakan untuk apa saja? dan dia sudah punya &lt;i&gt;couple &lt;/i&gt;belum ya?. Tapi YM-ku tidak menunjukkan tanda apa-apa. Kulirik jam, sudah jam 5 lewat, Arif sudah mengajakku untuk pulang. Aku berpikir apa sebaiknya aku tinggalkan pesan offline saja, siapa tau dia online lebih sore.&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;de_w13 : "Hey Cinta, sorry kemaren aku duluan pulang, maklum ga berani sendirian di kantor, jadi kalau temen pulang aku juga pulang ;-)"&lt;br /&gt;de_w13 : "Kamu tanggal berapa pulang ke makassar? tentunya dong kita&lt;br /&gt;ketemuan, aku mau"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Aku sempat terpikir untuk meninggalkan nomor HPku, tapi kupikir-pikir lagi, nanti saja, karena aku masih ragu, takutnya dia laki-laki iseng. Aku masih ingin tau rupanya seperti apa, belum sempat bertukar &lt;i&gt;friendster&lt;/i&gt;. Oiya,&lt;i&gt;Friendster&lt;/i&gt;!, ya sudah aku tinggalkan alamat&lt;i&gt; friendster&lt;/i&gt;ku saja.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;de_w13 : "Cinta, ini alamat friendsterku de_w13@yahoo.com di add ya"&lt;br /&gt;de_w13 : "daaag aku pulang dulu ya"&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku bingung malam ini mau makan apa, jadi kupikir pulang kantor aku langsung ke Mall Ratu Indah (MARI) yang di Ratulangi. Sekalian cuci mata. Pilihanku malam itu McDonalds. Sudah lama aku tidak makan &lt;i&gt;junk food&lt;/i&gt; ini. McD di Makassar memang hanya di MARI, selebihnya di tempat-tempat lain hanya berupa &lt;i&gt;stand ice cream&lt;/i&gt;nya saja.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;[&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;edited by bening&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-1879585903467530060?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/1879585903467530060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=1879585903467530060' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1879585903467530060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1879585903467530060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-4.html' title='Day 4'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-2468905381693092449</id><published>2007-04-18T12:16:00.000+08:00</published><updated>2007-04-19T12:49:20.049+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 3</title><content type='html'>Matahari siang itu terik, jadi malas untuk keluar makan. Padahal perutku sudah berbunyi, pagi hanya sarapan biscuit sisa-sisa weekend kemarin belanja. "Ariiifff, Riff" aku berteriak dari ruanganku "iya Wie" sahutnya. "Makan apa loe siang ini? Duh udah laper ni gw" masih berlogat jakartanese, padahal sudah setahun lebih dimakassar. Arif berasal dari kendari tapi asli bugis. Sebenarnya dia sangat ingin berbicara logat makassar, hanya saja dikantor, berimbang teman-teman asal sulawesi selatan dengan daerah lain, jadi semua berbahasa indonesia. Apalagi aku yang agak lemot menangkap pembicaraan orang "Bakso aja yu" Arif menjawab. "Ya udah, gw ambil mangkoknya dulu deh". Dengan semangat aku beranjak ke dapur, mengambil 2 mangkok dan keluar menghampiri tukang bakso.&lt;p&gt;Bakso malang, begitu yang tertulis digerobaknya. Tukang bakso ini setiap hari nongkrong dihalaman sekolah dasar yang persis terletak didepan kantorku. Menurutku rasa seporsi bakso ini lumayan cocok dilidah, maklum aku agak sulit beradaptasi dengan rasa makanan dimakassar. Yang penting ada tahunya. Aku suka tahu. Bersaing dengan anak-anak SD aku mengantri. Tatapan anak-anak yang beragam. Dari yang sekedar melihatku selintas dan cuek sampai yang mengamatiku dan mengomentariku dengan temannya. Beruntung aku masih belum faham berlogat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudah jam 5 lewat aku perhatikan dilayar laptopku yang penuh grafik itu, tiba-tiba "Buzz!!!" dari ce_mks_81. Aku teringat kembali kemarin. Ini si Cinta yang masih mencurigakan itu. "Hai Dewi" sapanya ditambah icon senyum diakhirnya. "Hai Cinta, eh bener kan Cinta?" "Iya bener. Belum pulang Dew?" "Belum,lg nunggu temen. Kamu dimana ni Cin? dimakassar juga?" "Oh Aq dijakarta Dew,Km kerja dimakassar?" "Iya Cin,kamu kerja or kuliah?" aku lihat idnya "81", mungkin masih kuliah pikirku. "Aq sudah kerja Dew, tapi aq baru aja resign" "eh eh kenapa?" "Aq disuruh pulang Ibu, aq diminta mengelola tokonya" "toko apa tu?" "toko baju" "Oww..." jawaban andalanku. Ketika aku mau mengetikan lanjutannya berupa pertanyaan dia asli dari mana, namanya offline. Yach off dech dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dewi, pulang yu" Arif sudah berdiri didepanku, masih membawa mugnya. "Yu, mau jam brapa?" aku bertanya. "Sekarang yu, aku tinggal matikan komputer" hampir jam 6 kulihat jam dindingku. "hayu yu, mari pulang"&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-2468905381693092449?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/2468905381693092449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=2468905381693092449' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2468905381693092449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/2468905381693092449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-3-tiza.html' title='Day 3'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-3472505467763324398</id><published>2007-04-17T00:02:00.000+08:00</published><updated>2007-04-19T12:57:36.197+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 2</title><content type='html'>Hari ini begitu cepat rasanya kulalui. Apa karena aku keasikan dengan kerjaanku? Aku termenung sejenak, sambil melihat tampilan-tampilan grafik dimonitor laptopku, hasil olahan data yang didapat dari lapangan. Aku kembali melihat satu persatu hasil kerjaku seharian. Kulihat jam dinding diruanganku, jam 3.35. Kulihat isi mug hitamku yang sudah nangkring diatas meja sejak pagi, disamping laptop, sudah kosong! Jadi waktunya re-fill. Kuberanjak dari meja kerja, dengan langkah yang tergontai menuju dapur. Kantorku sedang sepi, hanya ada aku dan temanku di devisi keuangan, teman-teman lain termasuk bos sedang ke luar kota, bertugas memonitor proyek. Kutuang air dari dispenser sampai mug penuh, kuteguk sedikit dan berjalan kembali, kali ini mampir ke ruangan temanku.&lt;p&gt;"Hey..." suaraku menggema, masih bersandar dipintu ruangannya. Temanku cukup menoleh sebentar, memalingkan muka dari layar komputernya, tersenyum padaku kemudian kembali serius, mengetik ketik sesuatu dikomputernya. Aku masuk ke ruangannya, mencoba mengintip apa yang ditampilkan dilayar komputernya. "Lagi apa sie?" keningku berkerut melihat angka-angka dilayarnya. "biasa, finance report nich, besok harus aku kirim ke jakarta" kata temanku ini tanpa menoleh sedikit pun. Temanku ini namanya Arifah, dia baru sebulan dikantorku, menggantikan posisi sebelumnya yang resign karena mendapatkan pekerjaan lain. Meski dia perempuan, berjilbab n punya lesung pipi yang manis, aku panggil dia Arif. "Deuh sibuk banget Rif" kataku dengan nada ejekan sambil menaruh mug dulu dimeja Arif yang berserakan berkas-berkas kemudian ke kamar mandi yang bersebelahan dengan ruangannya, ambil air wudhu untuk ashar, kembali ke ruangan, shalat dan kembali ke laptop.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buzz! Ada panel yang berkedap kedip dilayarku, biasanya ada yang menyapa lewat yahoo messenger. Kulihat jam dikomputer, whoa sudah jam 5:12, ga terasa, harus siap pulang. Kubuka message itu, ce_mks_81 itu idnya, dia menulis "hi, bole kenalan". Duh siapa lagi ini, aku sudah berhenti chat untuk kenalan-kenalan baru, semua teman chatku adalah teman yang sudah aku kenal, tapi idnya dia menarik perhatianku. "hi juga, bole kenal tapi tau id saya dari mana ya?" pertanyaan standard kepada orang-orang yang tiba-tiba minta kenalan padaku. "thx. Aq tau nickmu dr Voy. Btw namaku Cinta, namamu siapa?" dia tulis balik. Duh kaya difilem aja pikirku, AADC: ada apa dengan cinta. Kalau sudah begini aku jadi curiga, dia beneran atau sekedar iseng. "hi Cinta, gw Dewi. Btw,nama elu bener Cinta?Elu co or ce?" sayang intonasi tidak bisa diexpresikan lewat chatting, aku udah setengah mau marah. "km ga percaya?Aq ce koq and namaku itu karena aq lahir tgl 14 feb, kalau km ga percaya ya sudah" Aku terdiam sejenak, berpikir, meragukan memang tapi patut dicoba, siapa tau dia memang jujur. "oke..oke gw percaya Cinta,maklum suka banyak yg iseng,apalagi dari Voy". "gpp koq aq ngerti" dia jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dew..!" Arif tiba-tiba setengah berteriak dari ruangannya. "Iya" aku menyahut kembali dengan frekuensi suara yang sama. "Aku mau pulang nich, udah jam setengah enam" terdengar suara buku-buku sedang dibereskan. Aku juga harus pulang sekarang karena aku takut sendirian dikantor sebesar itu. "Bareng Rif, gw tinggal shut down" kataku setengah panic. Kulihat kembali layarku dan menutup aplikasi-aplikasi kerjaan, sisa messagenya si Cinta yang terakhir bertuliskan "kamu dimakassar ya? Disebelah mana?" Dengan cepat aku jawab "iya,gw dimonginsidi.Eh cinta gw hrs balik nich.Tmn kantor gw dah nunggu,mo pulang bareng.Ttyl ya.Bye" ketiku, kemudian langsung aku shut down. Arif sudah berdiri didepanku dengan tasnya "Ayo aku mau magrib dirumah ni" "yu yu,gw tinggal ngunci-ngunci pintu ruangan"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku pulang kekost naek becak "ayam dolar mi' daeng" kukatakan pada driver becak, dimakassar daeng adalah pengganti dari abang khususnya buat penarik becak. Ayam Goreng Dolar, rumah makan yang ada dijalan bulukunyi. Menyediakan ayam goreng yang lezat nan gurih. Bumbunya juga mantab apalagi sambelnya, pedes nian. Padahal makannya sekedar nasi, ayam, sambel yang dikecapi menurut selera sudah bisa membuat yang makan menambah porsi. Hari itu menjadi menu makan malamku.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-3472505467763324398?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/3472505467763324398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=3472505467763324398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3472505467763324398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/3472505467763324398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-2_17.html' title='Day 2'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-1695417308957318595</id><published>2007-04-16T16:29:00.000+08:00</published><updated>2007-04-16T17:04:23.050+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOKOL'/><title type='text'>Day 1</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;&lt;span style=""&gt;Hari yang lelah. Ku banting tubuhku keatas kasur yang keras itu. Kembali terpikir untuk membeli kasur baru, tapi apa perlu, sementara aku sekedar lewat saja dikota ini. Lucu! lewat kok sudah hampir dua tahun aku disini. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Makassar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;. Iya, a.k.a Ujung Pandang, ibukota Sulawesi Selatan itu, yang jamnya menunjukan waktu Indonesia bagian Tengah. Aku masih tidak tahu kapan aku akan pulang ke &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; kelahiran, &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; yang konon nan sejuk itu yang sekarang telah berubah menjadi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; penuh sesak mobil angkutan umum. Kupejam mataku sejenak, menarik nafas dan menhembuskannya dengan penuh kenikmatan, menghebuskan kelelahan setelah seharian bekerja, menyelesaikan tugas dadakan dari Bos tercinta. Mataku kembali terbuka, kulihat HP ku. Benda yang selalu menemaniku kemana saja, kecuali tentunya ke kamar mandi. Kadang terpikir juga, gelombang electromagnet yang terpancar olehnya akan membuatku sakit, seperti yang diberitakan dimailing list. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Hapeku tak berbunyi, yang tampil cuma wallpaper saja. Sekitar 3 bulan lalu biasanya saat ini jam-jam bercanda, berbincang dengan kekasih hati. Sekedar mendengarkan suara sang kasih, membuat pengakhiran hari yang indah. Si dia yang bertanya dengan penuh perhatian “&lt;i style=""&gt;lagi apa sayang?”&lt;/i&gt; “&lt;i style=""&gt;sudah makan cinta?&lt;/i&gt;” ataupun melarang dengan penuh kasih “&lt;i style=""&gt;jangan mandi malem2 dong cinta, nanti kamu sakit&lt;/i&gt;”. Aku jadi tersenyum mengingat rasa indah itu. Sekarang, terasa sepi.Yup, sepi! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“&lt;i style=""&gt;Ngeeeeeeeeeeeng&lt;/i&gt;” argh suara motor yang lalu lalang di jalan depan, begitu kerasnya. Kosanku di Jl. Monginsidi “lama” 68, kata “lama” ini sebenarnya tidak perlu disebutkan, tapi karena adanya Jl.Mongisidi “baru” yang kadang masih membuat bingung orang2, terutama supir taxi. Kosanku sebuah bangunan berlantai 3 dengan 13 kamar yang beragam ukuran, letaknya dibelakang sebuah Wartel yang cukup lama sudah berdiri, 7 tahun, Wartel 68. Wartel yang mendapat penghargaan wartel terbaik se-makassar. Berbagai piagam terpampang di dalam wartel. Interior wartel pun rapi dan elegan, ada TV besar, bangku kayu terplitur rapi memanjang, dijual minum dingin, sehingga orang menunggu temannya menelepon, ataupun setelah menelepon bisa nyaman duduk2 di luar booth telepon. Orang yang liat pertama mungkin bilang “pasti mahal di’ nelepon di wartel ini” tapi menurut pemiliknya, wartel ini justru memasang harga standar bahkan lebih murah ketimbang wartel2 lainnya. Setiap hari buka jam 9 – jam 2 pagi, jadi bagi yang mau interlokal tetap sempat menelepon dan selalu ada pelanggan setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Sudah pukul sepuluh lewat 10 kulihat jam dindingku. Sudah waktunya tidur, berganti baju dulu, shalat dan siapa tau cepat tidur, smoga. Ku angkat tubuhku dari kasur, menapakan kaki ke lantai seraya memantapkan hati, mencatat dihati “&lt;i style=""&gt;Aku memang sekarang kembali sendiri, tapi Aku akan survive, seperti dulu-dulu aku pun sendiri, banyak teman2 yang menyayangiku, dan aku pun menyayangi mereka, jadi tidak mesti punya seseorang, I will survive&lt;/i&gt;”. Ah sudah.. aku mau mandi dulu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-1695417308957318595?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/1695417308957318595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=1695417308957318595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1695417308957318595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/1695417308957318595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/day-1.html' title='Day 1'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7210985430915033334.post-67261555658301155</id><published>2007-04-16T16:26:00.002+08:00</published><updated>2010-07-26T16:26:46.620+08:00</updated><title type='text'>Novel Kolaburasi Project</title><content type='html'>nah, sepertinya ndak usah diperpanjang lagi.. mari kita mulai dengan hari pertama..&lt;br /&gt;latar belajang aku mengikuti ini adalah.. untuk mengisi hari2 ku, supaya sibuk, dengan kerjaan juga sibuk, tapi selain sisi logika yang sibuk, sisi sosial pun harus sibuk, atau engga ntar dibawa mellow terus deeh.. smoga bisa sampai hari ke-30 dan konsisten hihihi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7210985430915033334-67261555658301155?l=cbprojs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cbprojs.blogspot.com/feeds/67261555658301155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7210985430915033334&amp;postID=67261555658301155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/67261555658301155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7210985430915033334/posts/default/67261555658301155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cbprojs.blogspot.com/2007/04/novel-kolaburasi-project.html' title='Novel Kolaburasi Project'/><author><name>Xiong Mao</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05479348935266048638</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_bgtDt3UbWsE/TDqbBiWbbSI/AAAAAAAAAAU/m_1YsFOEPl8/S220/giant-panda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
